RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Ratusan jemaah memadati Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Minggu (6/9/2026) siang. Mereka mengikuti salat fardu kifayah untuk mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rudy Ariffin yang wafat pada pukul 11.00 Wita.
Jenazah Rudy Ariffin tiba di Masjid Al-Jihad sekitar pukul 12.55 Wita dengan diiringi kendaraan patwal. Kedatangan jenazah diikuti anggota keluarga dan kerabat almarhum.
Pelayat terus berdatangan untuk mengikuti salat fardu kifayah. Pengumuman wafatnya Rudy Ariffin juga disampaikan melalui pengeras suara masjid.
Suasana duka semakin terasa ketika jemaah bersama-sama melaksanakan salat untuk almarhum setelah salat Zuhur.
Salah seorang pelayat, Abdul Haris Makkie, mengenang Rudy Ariffin sebagai sosok yang banyak memberikan pelajaran, terutama dalam menjalankan pemerintahan dan menyusun perencanaan pekerjaan.
Eks Karo Humas Pemprov Kalsel saat itu menyebut, Rudy sebagai sosok yang mengayomi generasi di bawahnya.
“Beliau lebih banyak mengayomi generasi-generasi di bawah beliau,” katanya.
Menurutnya, Rudy bukan hanya dikenal sebagai atasan, tetapi juga senior bagi banyak orang, termasuk di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.
“Banyak pengalaman dan pelajaran-pelajaran yang diberikan, diwariskan oleh beliau. Terutama soal bagaimana membuat sebuah perencanaan dalam melakukan pekerjaan,” ujarnya.
Haris mengatakan kehilangan Rudy terasa mendalam. Terlebih, dirinya bersama sejumlah orang masih sempat berkumpul dalam acara syukuran ulang tahun Rudy beberapa waktu lalu.
Selain dalam pemerintahan, Haris mengenang kepedulian Rudy terhadap kegiatan kemasyarakatan dan sosial.
Menurut dia, perhatian Rudy terhadap kegiatan sosial menjadi salah satu kenangan yang melekat bagi orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.
“Kita sangat kehilangan sosok yang banyak memberi pengayoman, banyak memberi pelajaran bagi kami, baik soal pemerintahan ataupun hal-hal kemasyarakatan,” tuturnya.
Haris mengatakan tidak ada tanda khusus yang terlihat saat acara syukuran ulang tahun Rudy. Saat itu, kondisi Rudy disebut berjalan seperti biasa.
“Tidak ada keluhan apa-apa. Seperti biasa, saja,” ungkapnya.
Rudy Ariffin lahir pada 17 Agustus 1953. Ia pernah memimpin Kalsel sebagai gubernur selama dua periode, yakni 2005-2010 dan 2010-2015.
Rudy sempat menjalani perawatan intensif di RS Amanah Banjarmasin sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pukul 11.00 Wita.
Usai disalatkan di Masjid Al-Jihad, jenazah Rudy Ariffin dijadwalkan dibawa menuju rumah duka di Banjarbaru.
Salat fardu kifayah berikutnya akan dilaksanakan di Masjid Agung Al-Karomah Martapura setelah salat Ashar.
Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Editor : Sutrisno