RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Kabar duka mendalam menyelimuti masyarakat Banua. Mantan Gubernur Kalsel dua periode (2005–2015), Drs. H. Rudy Ariffin, M.B.A., mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Amanah Banjarmasin pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Tokoh birokrat dan politikus senior kelahiran 17 Agustus 1953 tersebut berpulang setelah sempat menjalani perawatan medis sejak Sabtu (5/9/2026).
Sebelum memimpin Bumi Antasari selama satu dekade, almarhum mengawali karir dari birokrasi tingkat bawah, menjabat Bupati Banjar periode 1999–2005, hingga dipercaya menjadi Ketua DPW PPP Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Kabut Asap di Banjarmasin Makin Pekat ! Sekolah Beralih ke PJJ Mulai Besok
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, termasuk bagi mantan Wakil Gubernur Kalsel periode 2005–2010, Rosehan NB.
Rosehan mengungkapkan, dirinya sempat menjenguk almarhum di RS Amanah sehari sebelum berpulang.
"Pertama saya ingin mengucapkan duka yang paling dalam untuk keluarga Bapak Rudy Ariffin. Kemarin saya bertemu untuk terakhir kalinya saat menjenguk beliau di RS Amanah Banjarmasin. Beliau mengalami sesak napas, itulah pertemuan terakhir saya," ujarnya saat dihubungi Radar Banjarmasin, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: Hotspot Terdeteksi di HST pada Pagi Ini ! Api Lahap Semak Kering di Pemangkih Seberang
Ia mengenang awal mula kebersamaannya dengan almarhum saat berpasangan dalam Pilgub Kalsel 2005. Kala itu, Rosehan memimpin PKB Kalsel dan Rudy menjabat Ketua DPW PPP Kalsel.
Koalisi tersebut membawa keduanya memenangi kontestasi politik dan memimpin Pemprov Kalsel.
Salah satu memori paling berkesan bagi Rosehan adalah keberanian Rudy Ariffin dalam meletakkan fondasi pembangunan kompleks perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
Baca Juga: 20 Anak HST Dijanjikan Kuliah ke China Mulai 2027 ! Dapat Uang Saku hingga Rp1,5 Juta per Bulan
"Saat peletakan batu pertama perkantoran di Banjarbaru, kita meniru konsep Malaysia ibu kota tetap Kuala Lumpur, tetapi pusat perkantoran di Putrajaya. Dulu konsepnya Banjarmasin tetap ibu kota dan pusat perkantoran di Banjarbaru, hingga akhirnya kini Banjarbaru resmi menjadi ibu kota Kalsel," kenangnya.
Di mata Rosehan, almarhum merupakan sosok pemimpin yang sangat paham teknis pemerintahan dan teliti. Karir yang menanjak dari bawah hingga menuntaskan pendidikan di Lemhannas membuat almarhum sangat menguasai dinamika birokrasi.
"Beliau ini orangnya sangat teliti dalam pembangunan. Jadi kalau ada dinas yang kerjanya tidak signifikan, beliau pasti tahu," tambahnya.
Baca Juga: Wabup HSU Lepas Kepulangan Mahasiswa KKN dan Magang ULM
Meski sempat berhadapan sebagai rival politik pada Pilgub Kalsel 2010, hubungan personal keduanya tetap terjalin baik. Rosehan berharap kepemimpinan Kalsel selanjutnya dapat meneruskan fondasi pembangunan yang telah ditinggalkan almarhum.
"Saya merasa bangga bisa berkawan dengan Pak Rudy. Beliau orang baik. Selamat jalan Pak Rudy, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," tutup Rosehan.
Editor : Sutrisno