Karhutla dan Kekeringan, Ketua MUI Tabalong Ajak Masyarakat Bersyukur dan Merenung 

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:22 WIB
SYUKUR: Ketua MUI Tabalong, KH Sabilarrusdi saat mengajak masyarakat bersyukur dan merenung. (Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)
SYUKUR: Ketua MUI Tabalong, KH Sabilarrusdi saat mengajak masyarakat bersyukur dan merenung. (Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tabalong, KH Sahbilarrusdi melontarkan nasihat untuk masyarakat dalam menghadapi bencana kabut asap dikarenakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan, Jumat (4/9/2026).

Ia mengatakan, kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat panas, bahkan hingga 39 derajat celsius dan kekeringan juga terjadi dimana-mana dampak dari kemarau panjang di tahun ini. 

Kabar yang dia dapatkan, musim kemarau tahun ini muncul fenomena El Nino pemicu terjadinya kekeringan lebih panjang. 

Di tengah kondisi itu, KH Sabilarrusdi mengajak masyarakat memperbanyak bersyukur dan beribadah kepada Allah SWT.

"Ada beberapa hal yang patut menjadi tazkirah atau peringatan dan renungan saat kita berada di musim kemarau yang cukup panjang ini. Di antaranya memperbanyak syukur," tegasnya.

Bersyukur tidak hanya saat mendapatkan nikmat yang dirasa menentramkan dan menyejukkan hati, tapi juga menghadapi kesulitan dan terpaan ujian. Salah satunya kesulitan air di tengah kemarau panjang.

Kemudian, musibah kabut asap menjadi momentum bertafakur. "Sudah sepatutnya kita jadikan fenomena alam ini sarana bertafakur, menggerakkan akal pikiran," jelasnya.

Fenomena ini  mungkin sebagian orang menganggapnya sebagai ancaman, tapi  jika dipikirkan lebih dalam, ini sarana meningkatkan keyakinan dan menumbuhkan kesadaran bagi yang sering melakukan kelalaian.

Semua fenomena tersebut, diharapkannya, dapat mengantarkan diri menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan. 

"Karena sesungguhnya Islam mengatur segala hal, termasuk di dalamnya persoalan-persoalan lingkungan," imbuhnya.

Saat ini, kondisi kabut asap dan kekeringan di Tabalong masih terjadi. Data kualitas udara yang diperolehan Badan Penanggulangan Bencana Dwerah (BPBD) Tabalong menunjukkan sangat tidak sehat.

Kepala Pelaksana BPBD Tablong, Haris Fachrozi menegaskan, untuk kondisi kekeringan juga sudah dirasakan warga. "Kami sudah mendistribusikan air sebanyak 240 ribu liter lebih ke desa yang kekeringan," ujarnya. 

Editor : Sutrisno
Tabalong karhutla tanjung