RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Dampak musim kemarau di Kabupaten Balangan kini merambat pada krisis air bersih.
Kesulitan pasokan air untuk kebutuhan harian tersebut mulai mendera ratusan kepala keluarga di wilayah Kecamatan Halong, hingga memaksa pemerintah daerah turun tangan melakukan distribusi darurat pada Jumat (4/9).
Sebelumnya, cuaca ekstrem yang memanggang wilayah Balangan telah memicu puluhan kali kebakaran lahan gambut dan mencemari udara dengan kabut asap pekat.
Minimnya curah hujan dalam sebulan terakhir membuat cadangan air permukaan dan sumur warga di sejumlah pelosok desa benar-benar mengering.
Kondisi darurat air ini dikonfirmasi langsung oleh Camat Halong, Ardiansyah. Ia membeberkan bahwa kekeringan panjang tahun ini berdampak sangat luas hingga menyasar berbagai fasilitas dan titik krusial di wilayah administratifnya.
"Dampak kekeringan akibat kemarau panjang ini membuat sembilan desa dan satu puskesmas atau sepuluh lokus dengan hampir dua puluh lima titik sangat memerlukan suplai air," ungkapnya.
Menghadapi situasi krisis tersebut, penyaluran air bersih perdana akhirnya dieksekusi hari ini dengan menyasar warga Desa Sumber Agung. Penanganan pertama ini sekaligus menjadi tolok ukur bagi tim di lapangan untuk menentukan skema distribusi lanjutan ke wilayah lainnya yang tak kalah mendesak.
"Hari ini kita lakukan penyaluran perdana di Desa Sumber Agung. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi terkait volume air yang bisa dikirim dan durasi waktu, karena sepuluh titik yang tersebar di Kecamatan Halong ini krusial," tambahnya.
Tingginya kebutuhan air di kawasan pedesaan tersebut langsung direspons oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan dengan menerjunkan armada tangki. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara terpadu bersama aparat kepolisian, TNI, serta relawan guna memastikan pembagian air berjalan tertib dan merata.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi menjelaskan bahwa pendistribusian ini difokuskan pada desa-desa yang sudah masuk dalam daftar tunggu pengajuan krisis air. Langkah tanggap darurat ini juga menjadi bagian dari implementasi program desa tangguh bencana di lapangan.
"Saat ini di Kecamatan Halong sedang pendistribusian air bersih ke lokus-lokus yang sudah tersampaikan lewat surat. Kami dibersamai oleh Danramil, Polsek, relawan, dan aparatur desa sebagai wujud implementasi ketangguhan bencana," jelas Rahmi.
Pada penyaluran hari pertama ini, petugas menyasar sedikitnya seratus rumah warga yang tersebar di RT 3 dan RT 4 Desa Sumber Agung. Setelah kebutuhan dasar di desa tersebut terpenuhi, armada tangki air langsung bergeser untuk membasahi tenggorokan warga di lokasi sasaran berikutnya.
"Update hari ini bisa tersalur dan sedang proses penyaluran ke Desa Sumber Agung, Desa Karya RT 3, dan Desa Gunung Riut. Harapan semoga warga sehat dan lancar pendistribusian," tutupnya.
Upaya pemenuhan logistik air ini menjadi langkah krusial di tengah prediksi minimnya curah hujan pada awal September.
Krisis ketersediaan air bersih di pelosok desa ini sekaligus mengonfirmasi beratnya medan penanganan karhutla, di mana sebelumnya tim pemadam gabungan juga kelabakan mencari cadangan air hingga ratusan hektare kawasan telanjur hangus dilahap jago merah.
Editor : Sutrisno