RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Kepungan titik api di wilayah Kabupaten Balangan rupanya terfokus pada kawasan lahan gambut.
Sepanjang kurun waktu 20 Juli hingga 30 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya terjadi 42 kali rentetan kebakaran yang mayoritas melanda wilayah Kecamatan Lampihong dan Batumandi.
Akumulasi puluhan kejadian tersebut telah menghanguskan 181,24 hektare hamparan lahan. Luasan area yang menjadi abu ini bahkan masih ditambah dengan temuan di lapangan seluas 10,85 hektare yang didapat dari hasil pemantauan titik panas secara berkala.
Dari total keseluruhan area yang terdampak, lahan gambut mendominasi angka kebakaran hingga menyentuh 38,3 persen.
Menyoroti tingginya intensitas api di dua kecamatan rawan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi membeberkan rincian status penanganan di lapangan.
Ia menyebut tim gabungan terus berupaya mengejar laju penyebaran titik api yang mendominasi Lampihong dengan 15 kejadian dan Batumandi sebanyak 11 kejadian.
"Dari total 42 kejadian pada periode tersebut, sebanyak 28 titik sudah berhasil kita padamkan dan 12 titik masih dalam tahap pemantauan. Namun, untuk dua titik lainnya terpantau masih aktif menyala hingga laporan terakhir," ungkap Rahmi, Jumat (6/9).
Ia menegaskan bahwa BPBD Balangan tidak ingin mengambil risiko kerugian yang lebih besar. Pihaknya telah menetapkan tiga prioritas utama dalam operasi mitigasi di tengah terbatasnya pasokan air permukaan.
"Fokus utama operasi di lapangan adalah memblokir api agar tidak merambat ke permukiman dan fasilitas umum agar pelayanan tidak lumpuh. Keselamatan warga dan penjagaan aset lahan produktif seperti area perkebunan menjadi prioritas mutlak yang harus kami amankan," tegasnya.
Editor : Sutrisno