RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Bakula Water segera dipasarkan secara luas setelah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 31 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Yasin Toyib, mengatakan terbitnya izin edar tersebut menjadi langkah penting bagi Bakula Water untuk mulai dipasarkan kepada masyarakat.
“Semoga proses produksi dan pemasaran Bakula Water dapat berjalan beriringan. Kehadiran produk AMDK ini juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya bagi BPAM Banjarbakula dan Pemprov Kalsel,” ujar Yasin.
Menurutnya, pengembangan Bakula Water merupakan bagian dari investasi yang cukup besar. Nilai investasi untuk pengadaan mesin pengolahan, pembangunan fasilitas hingga kebutuhan distribusi mencapai sekitar Rp5,6 miliar.
Investasi tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan BPAM Banjarbakula ke depan.
“Tentunya dengan adanya investasi, target juga diharapkan berubah. Targetnya akan lebih besar lagi dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Yasin menambahkan, kinerja BPAM Banjarbakula sepanjang 2026 juga menunjukkan capaian positif. Dari target pendapatan sebesar Rp25 miliar dalam setahun, realisasi hingga September telah mencapai sekitar Rp30 miliar.
“Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras jajaran BPAM Banjarbakula dalam menjaga mutu, serta memelihara dan mengembangkan unit usaha yang dikelola,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengatakan dari sisi produksi tidak terdapat kendala berarti, terutama dalam penyediaan bahan baku.
Sebelumnya, produksi Bakula Water masih menunggu izin edar BPOM dan penyelesaian label kemasan. Dengan kedua tahapan tersebut telah dipenuhi, produk tersebut kini siap dipasarkan.
“Secara produksi, kami tidak ada masalah untuk bahan baku. Tinggal menunggu BPOM dan labelnya. Insyaallah dalam waktu dekat ini akan siap untuk dipasarkan,” ujarnya.
Dari sisi kapasitas, Bakula Water mampu memproduksi sekitar 4.000 botol per jam. Kapasitas produksi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal operasional BPAM.
Bakula Water disiapkan dalam sejumlah ukuran kemasan, yakni 220 mililiter, 330 mililiter, 600 mililiter, 1.200 mililiter, serta kemasan galon.
Seluruh kemasan tersebut diproduksi menggunakan mesin sendiri. “Untuk kemasan ada versi 220, 330, 600, 1.200, plus satu galon. Semuanya dicetak sendiri,” kata Wahyu.
Pada tahap awal, distribusi Bakula Water akan menyasar lingkungan Pemprov Kalsel. Selanjutnya, pemasaran akan diperluas secara bertahap agar produk tersebut dapat dijangkau masyarakat umum.
Untuk harga, Bakula Water kemasan 330 mililiter dibanderol Rp31.500 per pak. Sementara kemasan galon dijual Rp50.500 sesuai tarif yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda). “Sedangkan untuk isi ulang galon harganya Rp20 ribu,” pungkasnya.