163 Hotspot Turun Jadi 70, Penanganan Karhutla HSU Terus Dikebut dan Wabup Bagi Masker

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:34 WIB
MOMEN: Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan atau Iwan Alabio membagikan masker kepada masyarakat di Bundaran Salawat, Amuntai, di tengah kabut asap akibat karhutla, Kamis (3/9/2026).(Foto: Pemkab HSU)
MOMEN: Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan atau Iwan Alabio membagikan masker kepada masyarakat di Bundaran Salawat, Amuntai, di tengah kabut asap akibat karhutla, Kamis (3/9/2026).(Foto: Pemkab HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kondisi tersebut membuat Wakil Bupati HSU Hero Setiawan atau Iwan Alabio turun langsung mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kesehatan.

Bersama DPC Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) HSU, Iwan membagikan masker kepada masyarakat di Bundaran Salawat, salah satu titik yang ramai aktivitas warga di Kota Amuntai, Kamis (3/9/2026).

Iwan mengatakan, masker menjadi perlindungan sederhana yang penting, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara terdampak kabut asap.

“Di tengah kondisi kabut asap seperti ini, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Ini bagian dari upaya kita bersama menjaga kesehatan,” ujar Iwan.

Di sisi lain, kondisi karhutla di HSU menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Berdasarkan pemantauan titik panas atau hotspot, jumlah titik panas dalam sepekan terakhir mengalami penurunan.

Iwan menyebut, sekitar tujuh hari sebelumnya tercatat 163 titik hotspot. Sementara pada Kamis (3/9), jumlah tersebut turun menjadi sekitar 70 titik.

“Alhamdulillah, titik hotspot di HSU sudah mulai turun. Sebelumnya ada 163 titik, dan hari ini terpantau sekitar 70 titik hotspot,” katanya.

Pemantauan karhutla dilakukan tidak hanya dengan mengecek kondisi di lapangan. Pemkab HSU juga memanfaatkan laman Siaga Karhutla untuk memantau perkembangan titik panas.

Data tersebut menjadi salah satu bahan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk mengarahkan tim ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

“Selain kita melihat langsung ke lokasi karhutla, kita juga melakukan pemantauan melalui web Siaga Karhutla,” jelasnya.

Meski jumlah hotspot menurun, Iwan mengingatkan agar kewaspadaan tidak ikut turun. Tim gabungan masih bekerja melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

“Kawan-kawan petugas terus bekerja di lapangan, berupaya melakukan pemadaman. Kita berharap kondisi ini terus membaik dan titik hotspot semakin berkurang,” tuturnya.

Iwan juga mengajak masyarakat ikut mencegah meluasnya karhutla. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta tetap menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian.

Pembagian masker bersama PATELKI HSU pun menjadi bagian dari upaya tersebut. Pemerintah berharap masyarakat semakin sadar melindungi diri selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.

Editor : Fauzan Ridhani
Hero Setiawan Amuntai Pemkab HSU membagikan masker Kabupaten Hulu Sungai Utara