RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Laut–Daratan Kalimantan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam mengakselerasi kemajuan daerah.
Namun, tak hanya terfokus pada bentang jembatan, Pemkab Kotabaru bergerak cepat memastikan seluruh infrastruktur pendukungnya turut digenjot secara serius.
Keseriusan dan komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, saat turun ke lapangan meninjau perencanaan jalan tembus di kawasan Tanjung Serdang, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kamis (3/9).
Jalan tembus ini disiapkan sebagai sarana vital pendukung Jembatan Pulaulaut yang ditargetkan rampung pada 2028 mendatang.
Tanpa jalan pendukung yang memadai, mobilitas warga dan arus logistik dikhawatirkan menumpuk di area pintu masuk jembatan.
"Jembatan Pulau Laut adalah kunci konektivitas kita, tetapi jalan pendukung seperti jalan tembus Tanjung Serdang ini juga wajib kita selesaikan secepatnya. Ini harus berjalan beriringan agar saat jembatan selesai, arus lalu lintas sudah siap dan tidak menumpuk," tegas Bupati Rusli.
Langkah taktis pun langsung diinstruksikan Bupati. Dalam beberapa hari ke depan, tim teknis akan diturunkan untuk mengukur panjang dan lebar jalan yang akan dibebaskan.
Guna memastikan proyek pendukung ini berjalan mulus tanpa merugikan warga, Bupati Rusli sudah mengawal langsung proses sosialisasi hingga tingkat RT.
Terkait tanah warga yang terdampak pembebasan lahan, ia menegaskan pemda siap melakukan perhitungan ganti rugi secara adil dan transparan.
"Pulau Laut Tengah ini adalah pintu gerbang utama. Kita persiapkan semuanya secara matang dari sekarang agar Kotabaru siap menjadi daerah maju, ramah investasi, dan makin ramai dikunjungi wisatawan," tambah Rusli.
Bupati Rusli juga terlihat usai peninjauan lapangan, di mana ia membuka ruang dialog dan tanya jawab langsung dengan masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Pulau Laut Tengah untuk menyerap aspirasi warga demi mensukseskan proyek strategis tersebut.
Editor : Arif Subekti