RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Menara Pandang Gunung Kayangan di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), yang dibangun beberapa tahun lalu hingga kini belum difungsikan. Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat yang mempertanyakan keberadaan dan pemanfaatan bangunan tersebut.
Sejumlah warga mengkhawatirkan bangunan yang berada tidak jauh dari pintu masuk kawasan Gunung Kayangan itu hanya menjadi bangunan terbengkalai. Bahkan, warga juga khawatir bangunan tersebut disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Tala memastikan bangunan tersebut akan dimanfaatkan. Gedung tersebut direncanakan menjadi Pelaihari Hub, yang diarahkan sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif sekaligus ruang publik bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Dispar Tala, Ahmad Yamini, mengatakan Pelaihari Hub nantinya menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya, berkolaborasi, mempromosikan produk serta mengembangkan usaha.
“Pelaihari Hub ini adalah ruang kreatif, ruang kolaborasi, ruang promosi, ruang pertumbuhan ekraf,” katanya Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, gedung Menara Pandang Gunung Kayangan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas pelaku ekonomi kreatif. Keberadaannya juga diharapkan mampu menghubungkan berbagai sektor, seperti kreativitas, UMKM, pariwisata, budaya, komunitas dan pemasaran digital.
Konsep Pelaihari Hub nantinya akan memiliki sejumlah fungsi. Di antaranya creative space sebagai ruang berkarya, workshop, pelatihan dan diskusi kreatif. Kemudian UMKM dan Ekraf Corner yang digunakan untuk menampilkan serta menjual produk lokal.
Pelaihari Hub juga akan menyediakan creative market berupa bazar produk kreatif secara berkala serta co-working space sebagai tempat bekerja dan berkolaborasi bagi komunitas maupun pelaku usaha.
Untuk mendukung pemasaran digital, disiapkan pula digital creative studio yang dapat dimanfaatkan untuk foto produk, video, podcast, konten media sosial dan dokumentasi produk lokal.
Sementara itu, Galeri Kreatif Tala akan diarahkan sebagai ruang pameran kerajinan, fotografi, seni dan produk unggulan daerah. Adapun kuliner kreatif menjadi wadah untuk menampilkan makanan dan minuman khas Bumi Tuntung Pandang.
Di bidang pariwisata, akan tersedia Tourism Information Hub yang memberikan informasi mengenai destinasi dan paket wisata di Tala. Sedangkan Community Hub dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan komunitas seni, musik, fotografi, film dan subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Selain itu, Pelaihari Hub akan memiliki event space yang dapat digunakan untuk pertunjukan seni, peluncuran produk, talkshow hingga festival.
Untuk menghidupkan aktivitas di Pelaihari Hub, Dispar Tala juga merencanakan sejumlah kegiatan rutin. Salah satunya Jumat Kreatif Pelaihari yang digelar setiap Jumat sore atau malam dengan kegiatan yang bergantian, seperti musik akustik, pameran produk, kuliner, fotografi, seni pertunjukan dan kegiatan komunitas kreatif.
Program lainnya adalah Pelaihari Creative Market, berupa bazar rutin yang menyediakan berbagai produk, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, oleh-oleh hingga produk berbasis budaya lokal.
"Pelaku usaha juga nantinya dapat memanfaatkan Creative Business Clinic untuk mendapatkan konsultasi terkait branding dan kemasan, pemasaran digital, legalitas usaha, hak kekayaan intelektual (HKI), fotografi produk, pembukuan hingga akses pembiayaan," jelasnya.
Selain itu, Studio Konten Pelaihari akan menyediakan mini studio yang dapat digunakan untuk membuat foto produk, video promosi, konten Reels dan TikTok, podcast hingga dokumentasi produk lokal.
Adapun Galeri “Wonderful Tanah Laut” direncanakan menjadi etalase produk sekaligus ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, mulai dari budaya Banjar, kuliner khas, kerajinan, destinasi wisata, ekonomi kreatif hingga produk unggulan dari setiap kecamatan.
Yamini menambahkan, untuk mendukung rencana pemanfaatan gedung tersebut, anggaran rehabilitasi atau perbaikan dan kebutuhan lainnya akan diusulkan dalam anggaran tahun 2027.
"Rencana kegiatan tersebut akan dianggarkan di APBD 2027," tutupnya.
Editor : Arif Subekti