RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kabupaten Kotabaru kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkab Kotabaru berhasil meraih Juara 3 Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026, Rabu (2/9/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkab Kotabaru dalam mendorong budaya keselamatan berlalu lintas, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk melahirkan inovasi di bidang transportasi.
Prestasi itu diraih oleh Muhammad Ralphe Julio Mananta, pelajar kelas XI A4 SMAN 1 Kotabaru, yang menjadi perwakilan Kabupaten Kotabaru dalam ajang tingkat provinsi tersebut.
Ralphe tampil membawa inovasi bertajuk “Aplikasi Peringatan: System Checkpoint Analyzer Network (SCAN) untuk Mendeteksi Kondisi Abnormal pada Angkutan Jalan.”
Karya inovasi tersebut berhasil memperoleh nilai 90,07, sekaligus mengantarkan Kotabaru menduduki posisi ketiga terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Dishub Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pelajar yang bersangkutan, tetapi juga bagi Pemkab Kotabaru.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Kotabaru. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan keselamatan lalu lintas kepada generasi muda terus memberikan hasil,” ujarnya.
Wakhid juga memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Dishub Kotabaru sebelumnya yang dinilainya telah meletakkan fondasi pembinaan dan bekerja keras dalam mendorong berbagai program keselamatan transportasi di daerah.
Ia menyampaikan terima kasih atas kegigihan dan kerja keras pimpinan sebelumnya yang turut membawa Dishub Kotabaru mencapai berbagai prestasi.
“Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala Dinas Perhubungan yang lama. Berkat kegigihan dan kerja keras beliau, Dinas Perhubungan Kotabaru bisa mendapatkan prestasi seperti sekarang,” katanya.
Menurutnya, inovasi SCAN juga menjadi gambaran bahwa persoalan keselamatan lalu lintas dapat dijawab melalui kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi gagasan yang terus dikembangkan dalam mendeteksi kondisi abnormal pada angkutan jalan, sehingga upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keselamatan dapat dilakukan lebih dini.
Pemkab Kotabaru melalui Dishub pun memastikan pembinaan dan edukasi keselamatan LLAJ di kalangan pelajar akan terus diperkuat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kesadaran berlalu lintas sejak usia sekolah. Bukan hanya mengajarkan tertib di jalan, tetapi juga mendorong pelajar menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan keselamatan transportasi.
Dengan capaian ini, Pemkab Kotabaru berharap semakin banyak pelajar yang berani berinovasi dan ikut mengambil peran dalam mewujudkan budaya keselamatan berlalu lintas di Bumi Saijaan.
Editor : Fauzan Ridhani