RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Setelah sempat masuk kategori berbahaya dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 380 pada Senin (31/8/2026), kualitas udara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai membaik.
Hingga Rabu (2/9/2026), kualitas udara HSS berada pada kategori sedang. Pada kategori ini, kualitas udara masih dapat diterima dan tidak berdampak pada kesehatan manusia, hewan maupun tumbuhan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup dan Pertanahan (Dispera KPLHP) HSS, Susilo Adianto, mengatakan membaiknya kondisi udara tidak lepas dari angin yang cukup kencang dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, pergerakan angin membantu mengurangi kepekatan kabut asap yang sebelumnya menyelimuti sejumlah wilayah di HSS.
"Meskipun ada peningkatan titik hotspot, tapi karena disertai angin ini, menyebabkan kabut asap tidak terlalu pekat lagi, sehingga udara membaik," ujarnya.
Di sisi lain, kondisi titik panas masih perlu menjadi perhatian. Berdasarkan data SiPongi per 1 September, HSS tercatat memiliki 253 titik hotspot dan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak kedua.
Artinya, membaiknya kualitas udara saat ini belum serta-merta menunjukkan ancaman karhutla telah berkurang. Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang membuat asap lebih cepat menyebar sehingga tidak terlalu terkonsentrasi di wilayah HSS.
Editor : Arif Subekti