Sudah Lebih Seribu Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Banjar dalam 40 Hari

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:12 WIB
PADAMKAN API: Petugas BPBD Kabupaten Banjar melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Martapura. (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
PADAMKAN API: Petugas BPBD Kabupaten Banjar melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Martapura. (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar semakin meluas. Hingga akhir Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat, kejadian telah terjadi di 66 desa yang tersebar pada 13 kecamatan.

Dalam periode sekitar 40 hari pelaksanaan posko penanganan karhutla, tercatat 218 kejadian dengan total lahan yang terbakar mencapai sekitar 1.170 hektare. “Sebanyak 218 kejadian karhutla, dengan lokasi terdampak di 66 desa dan 13 kecamatan. Jumlah lahan yang terbakar 1.170 hektare,” beber Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha, Senin (31/8).

Terdapat tiga kecamatan yang menunjukkan tren peningkatan kejadian karhutla. Ketiganya yakni Gambut, Sungai Tabuk, dan Cintapuri Darussalam. Peningkatan tersebut membuat BPBD melakukan penyesuaian pola penanganan.

Salah satunya dengan menggeser personel dan petugas agar lebih dekat dengan lokasi kejadian. “Upaya penanggulangan tentunya kami juga melakukan pergeseran pasukan, pergeseran petugas untuk mendekatkan dengan kejadian,” jelasnya.

Penyesuaian juga dilakukan dengan menempatkan pos penanganan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi. Pos tersebut diharapkan dapat mempercepat akses petugas menuju titik-titik karhutla di wilayah Gambut dan Sungai Tabuk. “Pos di Jalan Gubernur Syarkawi bisa mengakses penanganan karhutla di titik-titik Gambut dan Sungai Tabuk,” katanya.

Sementara itu, Cintapuri Darussalam juga menjadi perhatian karena jaraknya cukup jauh dari pusat penanganan. Saat ini, wilayah tersebut masih berada dalam cakupan Posko Martapura Barat.

Namun, BPBD mempertimbangkan pendirian posko yang lebih dekat apabila perkembangan karhutla di wilayah tersebut terus meningkat. Wasis mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan camat setempat untuk memproyeksikan pendirian posko tersebut.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD Kabupaten Banjar juga memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia. Terlebih, BPBD baru menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar sepekan sebelumnya.

Bantuan tersebut berupa alat pelindung diri (APD), alkon, selang, kolam portabel, serta dua unit motor trail. Peralatan tersebut digunakan untuk menunjang keselamatan dan mobilitas petugas dalam menangani karhutla, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan. (zkr/mof)

Editor : Arief M
karhutla Kebakaran Hutan