RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Tren lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menunjukkan sinyal positif.
Setelah sempat melambung hingga 58 persen dibandingkan periode sebelumnya tahun lalu, angka penularan ISPA kini mulai melandai pada pekan ke-33.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr. Diauddin saat di konfirmasi Jumat (28/8) mengonfirmasi adanya penurunan grafik penambahan kasus setelah sebelumnya konsisten naik sekitar 20 persen saban pekannya.
Pada pekan ke-32 ke pekan ke-33, jumlah kasus tercatat berkurang 300 hingga 400 kasus.
"Memang ada peningkatan signifikan sejak awal paparan asap. Namun memasuki pekan ke-33 ini sudah mulai ada pelandaian. Angka penurunan berkisar 300 sampai 400 kasus, meski secara keseluruhan totalnya masih berada di atas 8.000 kasus per minggu," ungkap Diauddin.
Diauddin menjelaskan, fluktuasi angka ISPA sangat bergantung pada kondisi kualitas udara harian. Melandainya grafik kasus saat ini tak lepas dari respons cepat berbagai pihak dalam meminimalkan paparan kabut asap di masyarakat.
Salah satu faktor pendukung utama melandainya kasus adalah kesadaran sektor pendidikan yang menyesuaikan jam belajar.
Sejumlah sekolah menggeser jam masuk menjadi lebih siang untuk menghindari pekatnya asap pagi hari, bahkan beberapa di antaranya memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
"Kebijakan penyesuaian jam sekolah dan PJJ ini sangat membantu menekan risiko, baik bagi anak-anak maupun orang tua yang mengantar," jelasnya.
Guna menekan angka kasus agar terus menurun, Dinkes Kalsel melalui Unit Krisis Kesehatan terus bergerak agresif lewat pelayanan keliling.
Tim kesehatan telah menyisir lebih dari 30 titik lokasi, mulai dari sekolah hingga pondok pesantren, untuk membagikan masker serta memberikan edukasi pencegahan.
Selain pelayanan keliling, Dinkes Kalsel menyiagakan posko kesehatan mendampingi personel BPBD dan relawan di area pemadaman karhutla, serta menyediakan posko singgah pelayanan oksigen di kawasan Simpang Bandara Lama.