Ratusan Prajurit Korem 101/Antasari Salat Istisqa ! Munajat Minta Hujan Turun di Kalsel

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:12 WIB
SALAT ISTISQA: Ratusan prajurit, PNS, dan Persit KCK Koorcabrem 101 mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid Miftahul Jannah Korem 101/Antasari.
SALAT ISTISQA: Ratusan prajurit, PNS, dan Persit KCK Koorcabrem 101 mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid Miftahul Jannah Korem 101/Antasari.

RADARBANJARMASINJAWAPOS.COM, BANJARMASIN -  Pemandangan berbeda terlihat di halaman Masjid Miftahul Janah Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Jumat (28/8/2026).

Ratusan prajurit, PNS, dan anggota Persit KCK Koorcabrem 101 berkumpul mengenakan pakaian loreng. Mereka bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar dan munajat agar hujan segera mengguyur Kalimantan Selatan (Kalsel).

Salat Istisqa digelar di tengah kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah Kalsel. Kondisi kering tersebut turut meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan dihadiri Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, para pejabat utama Korem 101/Antasari, Dandim, Danyonif, Dan/Ka Balak Aju Kodam XXII/TB wilayah Banjarmasin, Ketua Persit KCK Koorcabrem 101 PD XXII/TB, serta jajaran prajurit, PNS dan Persit.

Salat dipimpin Imam Ahmad Siwiti, sementara khotbah disampaikan Ustadz Ilham Humaidi.

Munajat di Tengah Ancaman Karhutla

Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus mengatakan, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau dan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar batin dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” harap Ilham.

Ia menyebut tiga wilayah yang mencatat kejadian karhutla cukup besar, yakni Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.

Di Banjarbaru, sejumlah titik masih menghadapi kebakaran, di antaranya kawasan Guntung Damar, Pengayuan hingga kawasan hutan lindung.

Penanganan karhutla, lanjut Ilham, terus dilakukan dengan melibatkan personel gabungan. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, hingga relawan bersama-sama berjibaku memadamkan api di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.

Kemarau Berdampak ke Kesehatan dan Ekonomi

Menurut Ilham, kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air.

Dampak yang paling terasa saat ini adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut kemudian dapat berimbas terhadap kesehatan masyarakat, terutama munculnya gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga aktivitas perekonomian.

Karena itu, penanganan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Korem 101/Antasari juga menjalankan berbagai langkah pencegahan.

Upaya tersebut meliputi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, pemantauan wilayah, hingga pemadaman melalui jalur darat.

Dukungan operasi udara juga dilakukan melalui water bombing dan upaya modifikasi cuaca.

Selain itu, Korem 101/Antasari berencana membangun sumur bor di sejumlah titik vital untuk membantu menghadapi kondisi kekeringan.

Berharap Hujan Segera Mengguyur Kalsel

Di tengah berbagai upaya penanganan tersebut, doa menjadi ikhtiar lain yang dilakukan jajaran Korem 101/Antasari.

Ilham berharap Salat Istisqa yang dilaksanakan bersama dapat menjadi jalan turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, turun hujan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Salat Istisqa Minta Hujan Kalsel Korem 101/Antasari