RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Tapin, Kamis (27/8/2026). Dalam sehari, dua lokasi terbakar dengan total luasan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai lima hektare.
Salah satu kebakaran melanda kebun cabai Hiyung di Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan. Belasan ribu batang cabai milik sejumlah petani ikut terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, kebakaran terjadi di Desa Sungai Rutas Hulu dan Desa Tangkawang, Kecamatan Bakarangan.
Kebakaran di Sungai Rutas Hulu dilaporkan sekitar pukul 13.37 Wita. Api membakar sekitar tiga hektare lahan, terdiri atas 2,5 hektare semak belukar dan 0,5 hektare kebun cabai milik warga.
“Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,” kata Muhammad Nor.
12.800 Batang Cabai Terbakar
Berdasarkan pendataan di lapangan, sekitar 12.800 batang cabai milik sejumlah petani terbakar.
Tanaman cabai milik Rahimah yang terdampak sekitar 3.500 batang. Jumlah serupa juga milik Syafiah.
Kemudian, kebun milik Nuriati dan Safdah masing-masing sekitar 1.500 batang. Sementara tanaman milik Syamsudin yang terbakar sekitar 2.800 batang.
Penanganan dilakukan bersama Tim TRC BPBD Tapin, Posko Gabungan Karhutla, TNI-Polri, sejumlah barisan pemadam kebakaran, Destana Hiyung, KTPA Sungai Rutas Hulu, dan masyarakat setempat.
Petugas menggunakan unit tangki serta mesin pemadam portabel untuk melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi.
“Untuk titik api sudah berangsur padam,” ujarnya.
Satu Lokasi Lain Terbakar
Karhutla juga terjadi di Desa Tangkawang, Kecamatan Bakarangan. Kebakaran yang dilaporkan hingga pukul 16.39 Wita tersebut menghanguskan sekitar dua hektare lahan semak belukar.
Penyebab kebakaran di lokasi itu juga masih belum diketahui.
Tim TRC BPBD Tapin bersama Posko Gabungan, BPK Kalang Damar, dan masyarakat langsung melakukan pemadaman menggunakan unit tangki.
Muhammad Nor mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar membuat api berpotensi cepat meluas.
Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
“Kami mengharapkan masyarakat ikut membantu melakukan pencegahan. Kalau melihat titik api, segera laporkan agar bisa ditangani sebelum meluas,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno