RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Program Satu Desa Satu Dai menjadi satu-satunya program prioritas Pemkab Tabalong yang masuk zona merah dalam Forum Barakat, Kamis (27/8/2026). Capaian program tersebut baru mencapai 3 persen karena terkendala petunjuk teknis pelaksanaan.
Forum Barakat diikuti unsur instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), wartawan, dan kepala desa. Forum dipimpin Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Setda Tabalong Rahadian Noor, didampingi Asisten Pemerintahan Setda Tabalong Abu Bakar Sidik.
Rahadian mengatakan, forum tersebut digelar untuk membedah titik sumbat sekaligus mencari solusi taktis terhadap pelaksanaan program prioritas Pemkab Tabalong.
“Capaian program satu desa satu dai hanya 3 persen. Hanya 4 desa dari 131 desa yang ada dainya,” jelas Rahadian.
Empat Desa Sudah Memiliki Dai
Abu Bakar Sidik menjelaskan, program Satu Desa Satu Dai direalisasikan melalui kerja sama Pemkab Tabalong dengan delapan pondok pesantren di Tabalong.
“Program ini memberi beasiswa kepada santri agar setelah lulus mereka menjadi dai di desanya,” terangnya.
Peran dai tidak hanya berkaitan dengan ceramah, memimpin doa, dan menjadi imam salat berjamaah. Dai juga diharapkan mampu menjalankan fungsi keagamaan yang dibutuhkan masyarakat desa.
Dalam forum tersebut, muncul masukan agar pelaksanaan program dipercepat dan tidak sepenuhnya menunggu santri menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.
Salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak adalah ketersediaan dai yang mampu mengelola jenazah, mulai memandikan hingga mengafankan. Sebab, kemampuan tersebut belum tersedia di semua desa di Tabalong.
Program Lain Masuk Hijau-Kuning
Selain Satu Desa Satu Dai, enam program prioritas lainnya masuk zona hijau dan kuning. Program tersebut meliputi Satu Desa Satu Wifi, Tabalong Pasti Sehat, 15 Ribu Tenaga Ahli, Beasiswa 1.000 Sarjana, Jalan Jembatan Mantap, dan Kredit Nol Persen.
Forum juga memberikan masukan agar informasi mengenai program prioritas lebih aktif disebarluaskan kepada masyarakat desa. Jajaran ASN di tingkat kecamatan dan desa diharapkan turut memaparkan program tersebut kepada masyarakat.
Seluruh hasil pembahasan Forum Barakat selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi kepada kepala daerah untuk diterapkan dalam pelaksanaan program prioritas Pemkab Tabalong. (*)
Editor : M. Ramli Arisno