RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Kemarau panjang dan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memukul kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) melonjak hingga lebih dari 750 kasus dalam sepekan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tala, tercatat sekitar 751 kasus ISPA hingga minggu ke-32 tahun 2026. Angka tersebut meningkat signifikan sejak minggu ke-29.
Kepala Dinkes Tala, dr. Hj. Isna Farida, mengatakan lonjakan kasus ISPA tidak semata-mata disebabkan kabut asap karhutla. Kemarau panjang yang membuat kualitas udara menurun juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
“Dampak dari kemarau panjang tidak hanya karena karhutla, tapi kemarau yang panjang juga mengakibatkan kasus ISPA di Kabupaten Tala meningkat cukup signifikan. Sampai dengan minggu ke-32 itu tercatat sekitar 751 kasus,” ujar Isna, Kamis (27/8/2026).
Hampir Dua Kali Lipat dari Tahun Lalu
Kondisi tahun ini jauh lebih mengkhawatirkan jika dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pada minggu yang sama tahun lalu, kasus ISPA di Tala berada di kisaran 450 kasus. Sementara tahun ini jumlahnya telah menembus angka 750 kasus, atau meningkat hampir dua kali lipat.
“Kalau tahun lalu di minggu yang sama angkanya sekitar 450-an, sedangkan tahun ini mencapai 750-an kasus. Kebakaran hutan dan kemarau tahun ini memang jauh lebih parah,” jelasnya.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa dampak musim kemarau dan karhutla tidak hanya berkaitan dengan luas lahan yang terbakar, tetapi juga mulai terasa pada kesehatan masyarakat.
Bati-Bati hingga Bumi Makmur Jadi Perhatian
Dinkes Tala memetakan sejumlah wilayah dengan konsentrasi kasus ISPA yang cukup tinggi.
Di antaranya Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, serta sebagian wilayah Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur.
Paparan asap dan debu selama musim kemarau menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut terutama berbahaya bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Pemerintah daerah pun mulai memperkuat langkah pencegahan untuk menekan dampak kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
Masker Gratis Mulai Dibagikan
Sebagai upaya melindungi masyarakat dari paparan asap dan debu, Pemkab Tala melalui Dinkes membagikan masker secara gratis kepada masyarakat dan pelajar di wilayah yang terdampak.
Aksi sosial tersebut dipimpin langsung Kepala Dinkes Tala dan melibatkan camat, kapolsek, danramil, perwakilan SKPD, serta unsur terkait lainnya pada Senin lalu.
Pembagian masker diharapkan dapat mengurangi risiko masyarakat menghirup partikel asap dan debu, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Isna juga mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.
“Dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, mudah-mudahan masyarakat dapat terhindar dari dampak buruk asap dan debu selama musim kemarau ini,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto