Rakor Karhutla, Dishut Kalsel Paparkan Strategi Pengendalian di Hutan Lindung Liang Anggang

admin • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:03 WIB
KOORDINASI: Wakil Menteri Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurrofiq bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalsel.
KOORDINASI: Dishut Kalsel menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalsel yang dipimpin Wakil Menteri Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurrofiq bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman, Selasa (25/8/2026).(Foto; Dishut Kalsel)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel), Fathimatuzzahra S Hut MP mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Kediaman Gubernur Kalsel, Jalan Lingkar Dalam Selatan–Pemurus Dalam, Banjarmasin, Selasa (25/8/2026). 

Rapat tersebut digelar dalam rangka memperkuat koordinasi penanganan Karhutla di sejumlah wilayah prioritas Kalimantan Selatan dan dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri serta perangkat daerah terkait.

Dalam rapat tersebut, Fathimatuzzahra menyampaikan presentasi mengenai langkah penanganan Karhutla di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya. Dalam pembagian wilayah penanganan, Dishut Kalsel ditetapkan sebagai koordinator di kawasan tersebut dengan dukungan Dinas Sosial, Polda Kalsel, dan Lanal. Dishut Kalsel menyiapkan 150 personel, serta enam alat berat yang terdiri dari dua unit long arm, satu unit alat berat apung, dan tiga unit PC 135.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq S Hut MP menekankan patroli yang signifikan harus terus dilaksanakan di wilayah rawan Karhutla. Selain patroli, diperlukan desain sistem komando yang jelas agar seluruh unit yang berada di lapangan dapat diarahkan secara cepat dan tepat menuju titik kejadian. Dengan sistem tersebut, setiap kekuatan yang diterjunkan dapat bergerak dalam satu koordinasi dan tidak bekerja secara terpisah.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin memberikan arahan untuk memperkuat ketersediaan sumber air sebagai salah satu strategi menghadapi Karhutla. Salah satu langkah yang diarahkan yakni melakukan pengeboran dua titik pada setiap embung, terutama di wilayah yang memiliki potensi sumber air cukup besar.

Gubernur juga mendorong pemanfaatan metode geolistrik, yakni survei bawah permukaan dengan mengukur sifat kelistrikan tanah untuk membantu mengetahui struktur dan lapisan bawah tanah yang berpotensi mengandung atau menyimpan air, sehingga titik pengeboran dapat ditentukan secara lebih efektif.

Selain sumber air, rapat juga membahas pemetaan peralatan penanganan Karhutla yang dimiliki masing-masing unsur. Pemetaan ini diperlukan untuk mengetahui jumlah, jenis, posisi serta kesiapan peralatan di lapangan sehingga dapat segera digerakkan sesuai kebutuhan. Pemetaan peralatan tersebut diminta untuk dijelaskan dan dikonsolidasikan pada hari ini sebagai bagian dari penguatan strategi operasi penanganan Karhutla di wilayah prioritas.

Fathimatuzzahra menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penanganan Karhutla, khususnya di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang. “Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat penanganan Karhutla, khususnya di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang. Seluruh personel dan peralatan yang dimiliki akan kami optimalkan untuk melakukan patroli, pencegahan, pemadaman serta pengendalian agar kebakaran tidak meluas. Kami siap bersinergi dengan seluruh unsur yang terlibat dan memastikan setiap kekuatan di lapangan dapat bergerak cepat sesuai kebutuhan dan arahan komando,” ujarnya. 

Komitmen tersebut sejalan dengan hasil rapat yang menetapkan Dishut Kalsel  sebagai koordinator penanganan di wilayah Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya, dengan dukungan 150 personel serta enam alat berat. Penguatan personel, peralatan dan koordinasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap titik api dapat ditangani secara cepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Rakor tersebut semakin mempertegas pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kalsel. Khusus kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya. Dishut Kalsel terus memperkuat personel, peralatan, patroli dan koordinasi lapangan.

Editor : Fauzan Ridhani
Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq banjarmasin Dinas Kehutanan karhutla kalsel