DLH Sebut PH Sungai Tabalong Normal, Tapi Warga Diimbau Tak Buang Sampah dan Bangun WC di Sungai

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:51 WIB
AMBIL SAMPEL AIR : Jajaran DLH Tabalong saat mengambil sampel air sungai Tabalong.

(Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)
AMBIL SAMPEL AIR : Jajaran DLH Tabalong saat mengambil sampel air sungai Tabalong. (Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Bertepatan musim kemarau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong melakukan pengambilan sampel air sungai Tabalong di lima titik lokasi. 

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Sri Normiati mengatakan, pengambilan sampel air itu untuk mengetahui kualitas air sungai yang sedang surut.

"Lima titik lokasi yang kami ambil. Di Desa Wayau, Kelurahan Jangkung, Desa Sungai Buluh, Desa Telaga Itar dan Desa Pugaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, semua titik lokasi yang diambil ditentukan berdasarkan aliran air sungai. Mulai dari hulu ke hilir sungai.

Ada sejumlah parameter yang menjadi perhatian mereka, untuk diketahui kualitasnya. Dintaranya terkait PH atau tingkat keasaman dan kebasaan  (alkalinitas) air sungai.

Selain juga dengan kondisi ecoli dan fosfat pada air sungai Tabalong, yang selama ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-harinya.

Sri Normiati menegaskan, untung saja untuk kondisi keasaman dan kebasaan air dalam kategori normal. "Masih normal. PH 7. Kalau dibawah enam keasamannya tinggi. Kebasaannya juga tidak tinggi, standarnya tidak boleh di atas 9," ujarnya.

Sementara untuk pemeriksaan ecoli dan Forfat belum dapat diketahui, lantaran sampel air yang diambil harus dibawa ke laboratorium dulu. 

Meski begitu, dia berharap warga Tabalong yang tinggal di pinggiran sungai diimbau agar senantiasa peduli dengan sungai. 

"Jangan buang sampah di sungai. Kalau bangun WC, sepitengnya jangan langsung ke sungai, karena bisa mencemari air sungai," tegasnya. 

Editor : Arif Subekti
pengambilan sampel air Tabalong Dinas Lingkungan Hidup kemarau Sungai