RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Musim kemarau panjang di Kabupaten Balangan berdampak pada sektor pertanian lokal. Para petani cabai merah keriting di kawasan Paringin harus menguras tenaga untuk menyiram tanaman secara rutin demi mencegah lahan mengering dan tanaman mati.
Penyiraman intensif dilakukan sebagai langkah pertahanan hidup tanaman yang saat ini baru memasuki fase berbunga. Selain krisis air, petani dihadapkan pada ancaman hama yang berkembang cepat di cuaca panas.
Salah seorang petani cabai merah keriting di Paringin, Armani, mengatakan perawatan kebun di tengah cuaca ekstrem membutuhkan biaya dan tenaga lebih besar dibanding musim normal.
"Sekarang menyiram itu untuk mempertahankan tanaman supaya tidak mati. Buahnya belum ada, baru bunganya yang mulai muncul," kata Armani, Rabu (26/8).
Selain keterbatasan air, Armani juga harus mengendalikan serangan hama trips dan kutu kebul yang berisiko merusak jaringan daun dan menyebabkan kerontokan.
"Selain kekurangan air, tanaman cabai harus menghadapi serangan hama trips dan kutu kebul yang merusak hingga merontokkan daun," jelasnya.
Para petani berharap tanaman cabai mereka dapat bertahan melewati masa kritis kemarau dan serangan hama hingga memasuki masa panen saat musim hujan tiba.
Editor : Arif Subekti