Kekeringan Melanda, Warga Sungai Limas HSU Mulai Kesulitan Air Bersih

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:11 WIB
RESPONSIF: Petugas mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki kepada warga Desa Sungai Limas, Kecamatan Haur Gading, HSU, yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. (Foto: Damkar HSU)
RESPONSIF: Petugas mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki kepada warga Desa Sungai Limas, Kecamatan Haur Gading, HSU, yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. (Foto: Damkar HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Salah satunya di Desa Sungai Limas, Kecamatan Haur Gading. Penyusutan debit sungai membuat sebagian warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut terutama dirasakan warga RT 02 dan RT 03. Sungai kecil yang merupakan anakan Sungai Haur Gading mengalami penyusutan cukup signifikan.

Selain akibat kemarau, air sungai juga dipompa untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian dan kolam budidaya ikan masyarakat.

Baca Juga: Diduga Dibakar ODGJ, Bangunan PNPM di Desa Parandakan Tapin Terbakar

Akibatnya, air sungai yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan warga kini tidak lagi layak digunakan untuk mandi, mencuci, dan keperluan sanitasi. Air yang tersisa mulai bercampur lumpur sehingga kualitasnya menurun.

Kepala Desa Sungai Limas Diana mengatakan, pihaknya kemudian berinisiatif meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) HSU untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Respons pemerintah daerah pun cukup cepat. Hingga Selasa (25/8), sedikitnya tiga unit tangki air bersih telah dikirim ke Desa Sungai Limas. Bantuan tersebut berasal dari BPBD dan Damkar HSU.

Dukungan juga datang dari fasilitas penyediaan air bersih lainnya, termasuk tangki yang membawa air untuk kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Pemko Banjarmasin Mulai Garap Pulau Insan, DPRD: Jangan Sampai Berujung Masalah Hukum

“Selama ini warga memang bergantung pada sungai. Meski ada juga sebagian warga yang menjadi pelanggan PDAM,” kata Diana kepada media ini, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, aliran air PDAM sejauh ini masih berjalan meski kurang deras dibanding sebelum kemarau. Namun, belum seluruh warga Desa Sungai Limas menjadi pelanggan. Karena itu, bantuan air bersih menjadi penting untuk menjangkau warga yang tidak memiliki akses layanan perpipaan.

Diana mengaku mendapatkan informasi terkait dukungan distribusi air bersih melalui grup komunikasi para kepala desa. Dari informasi tersebut, ia langsung menghubungi pihak terkait untuk meminta bantuan.

“Begitu melihat kondisi warga mulai kesulitan air, kami langsung menghubungi BPBD dan Damkar untuk meminta dukungan air bersih. Alhamdulillah, responsnya cepat,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Taiwan Bawa Pulang Keahlian, BRI Peduli Dorong PMI Naik Kelas Jadi Entrepreneur

Dia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten HSU serta seluruh pihak yang ikut membantu pendistribusian air bersih. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti bagi warga, khususnya mereka yang terdampak langsung penyusutan air sungai.

“Terima kasih atas respons cepat pemerintah daerah dan pihak terkait yang sudah membantu kebutuhan air bersih warga kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar HSU Asikin Noor membenarkan adanya pendistribusian air bersih ke Desa Sungai Limas. Bantuan difokuskan ke wilayah RT 02 dan RT 03 yang terdampak kondisi kekeringan.

“Untuk suplai air bersih di Desa Sungai Limas, khususnya RT 02 dan RT 03, kami kerahkan dua mobil tangki,” kata Asikin.

Baca Juga: Anggaran Dipangkas, Atlet Kalsel Tetap Berjuang ! 66 Medali Dikoleksi dari Kejurnas

Dia menjelaskan, pendistribusian air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah merespons kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Kondisi kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah membuat kebutuhan air bersih harus mendapat perhatian.

“Ini memang pesan penting yang disampaikan pimpinan, agar kami merespons dengan cepat kebutuhan air bersih masyarakat pada kondisi kemarau saat ini,” ujarnya.

Menurut Asikin, dua unit mobil tangki telah diluncurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Distribusi dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Kondisi berbeda terlihat di ujung RT 03. Sebagian warga di wilayah tersebut masih terbantu dengan fasilitas Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang baru dibangun melalui dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi GAPKI Tangani Karhutla

Meski demikian, keberadaan Pamsimas belum sepenuhnya menghilangkan ketergantungan warga terhadap sumber air lainnya. Sebab, sebagian masyarakat masih menggunakan sungai sebagai sumber utama untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pemerintah desa mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak.

Distribusi air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang mulai meluas di wilayah HSU.

Editor : Sutrisno
HSU Amuntai kekeringan