FiSiKA PUPR HSU Pangkas Biaya dan Waktu, Permudah Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:15 WIB
INOVASI: Dinas PUPR HSU menghadirkan inovasi FiSiKA untuk mempermudah tenaga kerja konstruksi mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dengan memangkas biaya dan waktu perjalanan.(Foto: Pemkab HSU)
INOVASI: Dinas PUPR HSU menghadirkan inovasi FiSiKA untuk mempermudah tenaga kerja konstruksi mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dengan memangkas biaya dan waktu perjalanan.(Foto: Pemkab HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menghadirkan inovasi layanan FiSiKA (Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Kerja). Program yang digagas Ir.Hj.Hairiyah tersebut menjadi terobosan untuk meningkatkan kualitas sekaligus kepatuhan tenaga kerja konstruksi di daerah.

FiSiKA juga dirancang memangkas kendala biaya dan waktu perjalanan yang selama ini menjadi salah satu hambatan tenaga kerja untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).

Inovasi tersebut merupakan tindak lanjut terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi juncto Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Regulasi tersebut mewajibkan tenaga kerja konstruksi memiliki SKK sesuai kompetensi yang dimiliki.

Bagi pihak yang melanggar, terdapat sanksi berupa pemberhentian kerja, denda administratif, hingga penghentian operasional usaha.

Sebelum FiSiKA diterapkan, calon peserta harus mendatangi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada di Banjarbaru atau Banjarmasin. Kondisi tersebut tentu membutuhkan tambahan waktu dan biaya perjalanan.

Kini, proses tersebut dibuat lebih praktis. Dinas PUPR HSU memfasilitasi proses pendaftaran hingga pengunggahan berkas peserta. Bahkan, asesor dari LSP didatangkan langsung ke wilayah HSU untuk melaksanakan uji kompetensi.

“Tahun 2026, kita kembangkan FiSiKA dengan memfasilitasi biaya SKK gratis bagi 75 orang untuk jenjang jabatan 1 hingga 3,” ungkap Hj Hairiyah penggagas inovasi Senin (24/8/2026). 

Menurut Hairiyah, program tersebut mulai memberikan hasil dengan lahirnya tenaga kerja konstruksi di HSU yang telah mengantongi sertifikat kompetensi kerja. Sertifikat itu menjadi bentuk pengakuan terhadap keterampilan dan keahlian tenaga kerja dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui FiSiKA, peserta tidak hanya mendapat kemudahan dalam proses administrasi. Kehadiran asesor LSP langsung ke HSU juga membuat proses uji kompetensi lebih efisien tanpa mengurangi standar yang telah ditetapkan.

“Dengan inovasi ini, proses menjadi lebih mudah dan hemat biaya. Kami juga mendorong lahirnya sumber daya manusia konstruksi yang kompetitif dan andal,” jelasnya.

Peningkatan jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat menjadi salah satu hasil yang diharapkan dari program tersebut. Selain meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, sertifikasi juga menjadi modal penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada proyek-proyek konstruksi di HSU.

Program FiSiKA sejalan dengan Asta Cita pemerintah pusat, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Inovasi ini sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur daerah yang kokoh dan profesional.

Bagi instansi, program tersebut diharapkan dapat membantu pencapaian target kinerja sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan hukum di bidang jasa konstruksi.

Sementara bagi masyarakat, keberadaan FiSiKA memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan ke luar daerah untuk mengurus proses sertifikasi.

“Adanya inovasi ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja Indonesia, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara, seluas-luasnya di tengah persaingan yang kompetitif dan tuntutan globalisasi ekonomi,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
Inovasi FiSiKA Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara dinas pupr