Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah di Tala, Disdik dan Dinkes Bagikan Masker

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:54 WIB
EDUKASI : Kepala Disdikbud Tala Myrza Fazrina saat memberikan edukasi penggunaan masker kepada siswa SDN 2 Pandahan, Senin (24/8/2026). (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
EDUKASI : Kepala Disdikbud Tala Myrza Fazrina saat memberikan edukasi penggunaan masker kepada siswa SDN 2 Pandahan, Senin (24/8/2026). (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Bati-Bati - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Kondisi ini juga dirasakan sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Bati-Bati.

Kabut asap biasanya muncul pada pagi hari. Selain mengurangi jarak pandang dan mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan, terutama meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala turun langsung ke sejumlah sekolah terdampak pada Senin (24/8/2026).

Mereka mengunjungi MIS Darul Aman, MTs Darul Amanah, dan SDN 2 Pandahan di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati.

Kawasan tersebut berada di perbatasan Tanah Laut dengan Kota Banjarbaru. Wilayah Pengayuan di Banjarbaru yang berada di sekitar kawasan itu diketahui kerap terjadi karhutla saat musim kemarau.

Di MIS Darul Aman dan MTs Darul Amanah, Kepala Dinkes Tala dr Hj Isna Farida bersama Kepala Disdikbud Tala Myrza Fazrina membagikan masker kepada para siswa.

Para siswa juga diberikan edukasi agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika berangkat dan pulang sekolah.

Setelah itu, tim Dinkes dan Disdikbud Tala berpencar. Dinkes melanjutkan pembagian masker kepada pengguna jalan yang melintas di wilayah Bati-Bati.

Sedangkan Disdikbud Tala melanjutkan kegiatan ke SDN 2 Pandahan. Selain membagikan masker, pihaknya memberikan edukasi kepada siswa terkait pentingnya perlindungan diri saat kabut asap.

Kepala UPTD SDN 2 Pandahan, Isnaniah, mengatakan sekolahnya termasuk yang cukup terdampak ketika terjadi karhutla di sekitar wilayah tersebut.

"Jadi saat musim kemarau sekolah kami harus siaga karena berpotensi karhutla dan kabut asap. Sedangkan saat musim hujan, kami kebanjiran," kata Isnaniah usai menerima kunjungan Disdikbud Tala.

Isnaniah mengatakan kabut asap mulai dirasakan sejak awal Agustus. Bahkan, salah seorang guru yang berdomisili di Landasan Ulin, Banjarbaru, pernah membutuhkan waktu hingga tiga jam untuk sampai ke sekolah.

"Kejadian itu terjadi pada 19 Agustus, saat kabut asap cukup parah. Jarak pandang pendek dan membahayakan, sehingga terpaksa berhenti menunggu kabut mulai menipis," ujarnya.

Untuk kondisi hari ini, Isnaniah menyebut kabut asap relatif lebih singkat. Kabut hanya muncul sekitar pukul 07.00 Wita.

"Kalau hari ini tergolong cerah, kabut asapnya hanya terjadi sekitar pukul 07.00 Wita," katanya.

Isnaniah mengaku bersyukur sekolahnya mendapat kunjungan dari jajaran Disdikbud dan Dinkes Tala. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi motivasi bagi pihak sekolah.

"Kunjungan beliau ini sangat bermakna dan menjadi motivasi kami agar selalu memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan," pungkasnya. 

Editor : Sutrisno
Tanah Laut Pelaihari