Ingin Modifikasi Cuaca, BPBD Kalsel Tunggu Awan Bisa Disemai

Sutrisno • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:58 WIB
STANDBY: Pesawat yang digunakan dalam kegiatan OMC sudah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama bahan-bahan semai.
(MC KALSEL) 
STANDBY: Pesawat yang digunakan dalam kegiatan OMC sudah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama bahan-bahan semai. (MC KALSEL) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan masih menunggu kondisi awan yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan penyemaian.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan, OMC sebelumnya telah dilakukan selama tujuh hari pada 15–21 Juli 2026. Operasi tersebut dihentikan setelah ketersediaan awan potensial untuk disemai mulai menipis.

Meski operasi telah dihentikan sementara, kebutuhan operasional untuk melaksanakan OMC masih disiapkan. Pesawat yang digunakan dalam kegiatan tersebut telah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama bahan-bahan semai.

Ronny menyebutkan, perlengkapan OMC mulai didatangkan dari Jakarta pada 13 Juli 2026. Sejak saat itu, seluruh kebutuhan operasi disiapkan untuk mendukung pelaksanaan sesuai kondisi cuaca. 

Ia mengungkapkan, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada hasil pemantauan BMKG. Awan yang menjadi target penyemaian harus memenuhi kondisi tertentu agar operasi dapat dilakukan secara efektif.

Hingga Jumat (21/8), pemantauan radar BMKG masih terus dilakukan untuk mencari peluang pelaksanaan OMC. Jika terdapat awan potensial, BPBD bersama tim terkait dapat segera mengaktifkan kembali operasi.

“Begitu kawan-kawan BMKG menemukan sebaran awan yang bisa disemai, pesawat langsung bergerak beserta bahan-bahannya,” tegas Ronny.

Kesiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan karhutla di tengah kondisi cuaca yang panas. OMC diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

Ronny menegaskan, pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan menunggu rekomendasi dan kondisi teknis yang sesuai dari BMKG. Karena itu, pemantauan cuaca dan koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk menentukan waktu operasi berikutnya. (al/ris) 

Editor : Arief M
Modifikasi Cuaca kalimantan selatan kemarau bpbd kalsel