Pemprov Kalsel Masifkan Pembasahan Gambut di 3 Lokasi Rawan Karhutla

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KARHUTLA: Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau penanganan karhutla di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru. (Foto: Sheilla/Radar Banjarmasin)
KARHUTLA: Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau penanganan karhutla di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru. (Foto: Sheilla/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi rawan di Banjarbaru. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi musim kemarau yang diproyeksikan berlangsung lebih panjang.

 

Hanif menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secepatnya tanpa memicu munculnya titik api baru.

“Sesuai dengan dokumen saintifik yang disampaikan para ahli termasuk BMKG, kemarau ini tidak akan pendek, melainkan panjang. Sehingga Bapak Gubernur merasa perlu mempercepat penanganan ini secepat-cepatnya. Semakin cepat ditangani semakin bagus,” ujar Hanif saat memberikan keterangan pers di area Guntung Damar, Banjarbaru.

Berdasarkan analisis BMKG, kondisi iklim saat ini meminimalkan pembentukan uap air di wilayah Indonesia. Kondisi tersebut membuat operasi modifikasi cuaca sulit dilakukan.

Tiga Lokasi Prioritas

Untuk menekan potensi bencana, Pemprov Kalsel membagi tim khusus ke tiga lokasi prioritas, yakni Hutan Lindung Liang Anggang seluas 300 hektare, Guntung Damar seluas 120 hektare, dan Pengayuan yang mencapai hampir 700 hektare.

Penanganan di Guntung Damar dan Liang Anggang difokuskan pada pembasahan gambut dengan kedalaman satu hingga tiga meter.

Pasokan air dialirkan sepanjang tiga kilometer dari Saluran Irigasi Sultan Adam melalui saluran drainase buatan.

Strategi tersebut didukung pengerahan pompa air. Sebanyak 50 unit berasal dari Kementerian Pertahanan, 30 unit dari Kementerian Pertanian, 100 unit dari pihak swasta, serta empat pompa utama berkapasitas besar milik Balai Wilayah Sungai.

Pengoperasian ratusan pompa pengairan dilakukan secara bergiliran oleh tim gabungan Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, Satpol PP, dan Damkar.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Polda Kalsel dan Korem 101/Antasari turut menerjunkan personel pendukung. Total sekitar 1.000 petugas bergerak di tiga titik utama.

Sementara di Pengayuan, penanganan dilakukan dengan mengerahkan 30 mobil tangki pemadam di bawah kendali BPBD Kalsel dan BPBD Banjarbaru. Upaya itu didukung pengusaha kelapa sawit serta posko kesehatan dari Dinas Kesehatan.

Adapun helikopter water bombing BNPB tetap difokuskan untuk memadamkan api di lahan tanah mineral.

Ditargetkan Padam Dua Pekan

Pemerintah menargetkan seluruh titik api di lokasi strategis tersebut dapat dipadamkan total dalam waktu dua pekan.

“Ini masalah asap harus selesai di tanah Kalimantan Selatan. Paling lambat dua minggu dari sekarang, api-api seperti ini harus selesai,” tegas Hanif.

Seiring indeks standar pencemar udara (ISPU) menyentuh angka 100 µg/m³, masyarakat diimbau menggunakan masker dan mendatangi posko kesehatan jika mengalami keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (*)

Editor : M. Ramli Arisno
Wamenko Pangan karhutla Banjarbaru pembasahan gambut Kalsel kemarau panjang Kalsel karhutla kalimantan selatan