Wamenko Pangan Pimpin Rapat Percepatan Pengendalian Karhutla di Aula Rimbawan I Dishut Kalsel

admin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Hanif Faisol Nurofiq
KOORDINASI: Wakil Menteri Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq memimpin rapat pengendalian Karhutla di Aula Rimbawan I Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, belum lama tadi.(Foto: Dishut Kalsel)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Upaya percepatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan kabut asap di Kalsel kembali diperkuat melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq SHut MP di Aula Rimbawan I Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel). Rapat tersebut dihadiri Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra S Hut M P bersama jajaran dan sejumlah instansi terkait.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Dishut Kalsel, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalsel, BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Kota Banjarbaru, Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah III Kalimantan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, serta Pusat Pengendalian dan Operasi KLH (Pusdal KLH). Pertemuan membahas hasil monitoring dan evaluasi penanganan karhutla sekaligus menyatukan langkah lintas sektor agar pengendalian dapat dilakukan secara lebih masif dan serentak.

Berdasarkan hasil monitoring, terdapat tiga lokasi prioritas yang menjadi penyumbang asap terbesar. Yakni, Guntung Damar dengan luas prakiraan karhutla sekitar 121,40 hektare, kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya sekitar 167,50 hektare, serta Pengayuan dan Peramuan sekitar 753,40 hektare. Penanganan di lokasi tersebut akan diperkuat dengan dukungan pompa, mobil tangki, personel, penyediaan sumber air, hingga water bombing. Kebutuhan anggaran keseluruhan untuk penanganan tiga lokasi prioritas tersebut diperkirakan mencapai Rp4,484 miliar.

Rapat juga menegaskan bahwa pola penanganan secara bergiliran atau parsial membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang sangat besar, sementara dampak kabut asap masih dirasakan masyarakat. Karena itu, penanganan diarahkan untuk dilakukan secara masif dan serentak di tiga lokasi prioritas dengan pengerahan personel, peralatan serta dukungan sumber air secara terpadu. Dengan langkah tersebut, penanganan kabut asap akibat karhutla ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu sekitar dua minggu.

Editor : Fauzan Ridhani
Wakil Menteri Bidang Pangan Aula Rimbawan karhutla Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq