Kadar Garam Sungai Bilu Banjarmasin Tembus 4.690 PPM, Kecamatan Utara-Barat Paling Terdampak

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:45 WIB
INTRUSI AIR LAUT: PTAM Bandarmasih kembali menghentikan operasional Intake Sungai Bilu setelah kadar garam air baku mencapai 4.690 ppm pada Minggu (23/8/2026) pagi.
INTRUSI AIR LAUT: PTAM Bandarmasih kembali menghentikan operasional Intake Sungai Bilu setelah kadar garam air baku mencapai 4.690 ppm pada Minggu (23/8/2026) pagi.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kadar garam di Intake Sungai Bilu kembali melonjak. Pada Minggu (23/8/2026) pagi, angkanya menembus 4.690 parts per million (ppm).

Kondisi tersebut membuat PTAM Bandarmasih kembali menghentikan operasional intake mulai pukul 07.00 Wita. Air baku dari Sungai Bilu dinilai terlalu asin untuk diolah.

Kadar garam masih tercatat tinggi pada pukul 08.00 Wita, yakni 4.424 ppm, kemudian turun menjadi 3.537 ppm pada pukul 09.00 Wita.

Lonjakan kadar garam itu langsung berdampak terhadap debit air baku. Dari sebelumnya 365 meter kubik per jam pada pukul 06.00 Wita, debit turun menjadi nol pada pukul 07.00 hingga 09.00 Wita.

Direktur PTAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan penghentian dilakukan karena kualitas air baku tidak memungkinkan untuk diproses.

“Mulai jam 07.00 pagi ini sudah ditutup total. Jam 07.00 sampai 09.00 tadi kadar garam sangat tinggi, jadi terpaksa kami off-kan dulu,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Air Sungai Bilu Terjebak Intrusi Air Laut

Tingginya kadar garam berkaitan dengan intrusi air laut yang semakin kuat selama musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat PTAM Bandarmasih tidak bisa mengambil air baku dari Sungai Bilu secara normal. Persoalannya, baik ketika sungai surut maupun saat pasang, kadar garam tetap berada pada level tinggi.

Saat air surut, kadar garam masih terlalu tinggi untuk diolah. Sebaliknya, ketika air pasang, masuknya air laut ke sungai kembali meningkatkan kadar garam.

“Pada saat surut air baku tidak bisa diambil karena kadar garam tinggi. Saat pasang juga tidak bisa dipakai karena intrusi air laut yang masuk dan membuat kadar garam tinggi,” jelas Zulbadi.

Banjarmasin Utara hingga Alalak Berpotensi Terdampak

Penghentian Intake Sungai Bilu paling berpengaruh terhadap wilayah yang selama ini mendapat pasokan dari IPA 1.

Di antaranya Kecamatan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat. Dampak paling terasa berpotensi terjadi di kawasan ujung jaringan, seperti Alalak.

Untuk mengurangi dampak gangguan, PTAM Bandarmasih berupaya memenuhi kebutuhan air baku IPA 1 melalui transfer dari IPA 2.

Air baku IPA 2 bersumber dari Intake Sungai Tabuk dan Pematang Panjang.

PTAM Lakukan Mixing, Intake Bisa Dibuka-Tutup

PTAM Bandarmasih juga menerapkan strategi mixing, yakni mencampurkan air baku dari beberapa sumber untuk menurunkan kadar garam dari Intake Sungai Bilu sehingga air masih dapat memenuhi standar pengolahan.

Selain itu, tim produksi disiagakan selama 24 jam untuk memantau perubahan kadar garam di Sungai Bilu.

Jika kadar garam turun ke level yang memungkinkan air kembali diolah, intake akan dioperasikan. Sebaliknya, ketika kadar garam kembali melonjak, operasional akan dihentikan.

Dengan kondisi tersebut, pengoperasian Intake Sungai Bilu kini bersifat buka-tutup mengikuti fluktuasi kadar garam.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan air baku yang masuk ke proses produksi tetap memenuhi persyaratan dan tidak mengorbankan kualitas air yang diterima pelanggan.

Pelanggan Diminta Hemat Air

Zulbadi mengatakan PTAM Bandarmasih memahami gangguan tersebut dapat berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan.

Namun, kualitas air yang didistribusikan tetap menjadi prioritas.

“Kami memahami bahwa kondisi ini sangat berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan. Namun, kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

PTAM Bandarmasih juga meminta pelanggan menghemat penggunaan air selama kondisi kadar garam tinggi masih berlangsung.

Sebab, berkurangnya debit air baku dapat memengaruhi kontinuitas distribusi, khususnya bagi pelanggan yang berada di ujung jaringan.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Tim terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan pelayanan secepat mungkin,” tandasnya.

Pemantauan terhadap Intake Sungai Bilu akan terus dilakukan. Pengoperasian intake akan disesuaikan dengan perkembangan kadar garam di sumber air baku.

Di tengah musim kemarau dan kuatnya intrusi air laut, fluktuasi kadar garam Sungai Bilu kini menjadi salah satu tantangan utama PTAM Bandarmasih dalam menjaga pasokan air bersih bagi pelanggan Banjarmasin.

 

Editor : Eddy Hardiyanto
Kadar Garam banjarmasin Sungai Bilu