Sastra dan Seni Pelajar Tampil di Siring Laut Kotabaru

Jumain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 04:19 WIB

MONOLOG: Penampilan monolog SMAN 1 Kotabaru memukau penonton dalam Pagelaran Sastra di Siring Laut Kotabaru. (Foto: Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru untuk Radar Banjarmasin)
MONOLOG: Penampilan monolog SMAN 1 Kotabaru memukau penonton dalam Pagelaran Sastra di Siring Laut Kotabaru. (Foto: Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru - Panggung Akrab Siring Laut Kotabaru menjadi ruang perjumpaan sastra dan seni pertunjukan lintas generasi dalam Pagelaran Sastra bertajuk “Simfoni Kemerdekaan: Refleksi Perjuangan dan Masa Depan Bangsa”, Sabtu (22/8) malam.

 

Kegiatan yang digelar Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru (DKKK) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Ratusan masyarakat memadati kawasan panggung untuk menyaksikan penampilan seniman, budayawan, dan pelajar.

Beragam pertunjukan disuguhkan. Mulai pembacaan puisi, bertutur, musikalisasi puisi, teater, monolog, musik hingga bapandung.

Ketua DKKK H Ahmad Fitriadi mengatakan, sastra bukan sekadar kata-kata yang tertulis di atas kertas. Di dalamnya terdapat kerja keras dan perjuangan yang dituangkan melalui bait-bait puisi.

“Melalui pertunjukan malam ini, kita diajak melakukan refleksi secara lebih mendalam tentang arti kemerdekaan,” ujarnya.

Libatkan Pelajar dan Seniman

Fitriadi menyebut DKKK bangga dapat mempersembahkan pertunjukan yang melibatkan pelajar dan seniman lintas generasi. Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi bukti sastra terus tumbuh di Bumi Saijaan.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian yakni guest star Yosef Fedro Ade Putra Sijabat, perwakilan Gita Bahana Nusantara 2026.

Panggung juga diisi Nur Shofa Fadhila, juara satu bertutur tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026.

Teater Lentera SMAN 1 Kotabaru tampil membawakan teater berjudul “Benang” serta monolog “Katulahan”. Sementara itu, pelajar MAN Kotabaru dan SMPN 5 Kotabaru turut tampil melalui musikalisasi puisi.

Fitriadi juga menyoroti pelajar asal Kotabaru yang mendapat kesempatan tampil di Istana Negara dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 16 Agustus lalu.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama sekaligus bukti bahwa anak-anak Kotabaru memiliki talenta yang mampu tampil hingga tingkat nasional,” katanya.

Jadi Ruang Regenerasi Seni

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan puisi lintas generasi dan iringan gitar instrumen dari Thamrin dan kawan-kawan.

Bagi masyarakat, pagelaran tersebut bukan sekadar hiburan. Kegiatan itu juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan seni dan sastra di Bumi Saijaan.

Salah seorang warga Kotabaru, Dodi Iskandar, mengaku senang melihat DKKK memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk tampil.

“Senang melihat kegiatan seperti ini. Para seniman diberikan ruang untuk tampil, baik dari kalangan sekolah, seniman muda maupun yang sudah lama berkecimpung di dunia seni,” ujarnya.

Menurut Dodi, keberadaan panggung seperti Pagelaran Sastra penting untuk menjaga seni dan budaya daerah agar tidak kehilangan ruang di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai keterlibatan pelajar menjadi hal positif. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dalam menjaga keberlangsungan seni dan sastra di Kotabaru. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
Pagelaran Sastra Kotabaru Dewan Kesenian Kotabaru seni dan sastra Kotabaru teater SMAN 1 Kotabaru siring laut kotabaru