Pemeriksaan Hipertensi Lok Gabang Naik 32 Persen

Nurhidayat • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:53 WIB
MOMEN: Tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama kader Posyandu dan warga Desa Lok Gabang usai kegiatan edukasi dan pelatihan deteksi hipertensi.
MOMEN: Tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama kader Posyandu dan warga Desa Lok Gabang usai kegiatan edukasi dan pelatihan deteksi hipertensi.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjar — Upaya meningkatkan deteksi dini hipertensi di masyarakat diperkuat melalui pemberdayaan kader Posyandu di Desa Lok Gabang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberikan edukasi dan pelatihan kepada kader serta lansia untuk meningkatkan pemahaman mengenai hipertensi dan keterampilan mengukur tekanan darah.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, yakni 2 Juni dan 10 Juli 2026. Program bertajuk “Pemberdayaan Kader dan Lansia di Posyandu dalam Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Hipertensi Mencegah Penyakit Komplikasi” ini diketuai Erna Fauziah, S.Kep., Ns., M.Kep, bersama Marwansyah, Ns., M.Kep dan dr. Ribka Mei Arti Sagala, MKM.

Kegiatan melibatkan 15 kader dan 27 lansia. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian hipertensi, faktor risiko, tanda dan gejala, serta bahaya hipertensi yang dapat memicu stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan teknik pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Kader juga dibekali modul dan video edukasi agar mampu membantu pemantauan tekanan darah warga secara berkelanjutan.

Hasil evaluasi terhadap 12 kader dengan data lengkap menunjukkan skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,17 menjadi 8,83 dari total 15 soal. Sebanyak 67 persen kader mengalami peningkatan nilai. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan tersebut signifikan secara statistik.

Dampaknya juga terlihat dari partisipasi warga. Pada sesi pertama tercatat 22 warga menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Jumlahnya meningkat menjadi 29 warga pada sesi kedua, atau bertambah sekitar 32 persen.

Marwansyah mengatakan pendampingan akan dilanjutkan melalui grup komunikasi bersama kader dan mitra. Sementara itu, dr. Ribka menyebut modul yang digunakan dirancang dengan gambar dan narasi sederhana agar mudah dipahami kader maupun lansia.

Program ini diharapkan memperkuat peran kader sebagai penggerak pemeriksaan kesehatan sekaligus membantu mencegah komplikasi hipertensi pada lansia di Desa Lok Gabang.

Editor : Nurhidayat
Pengabdian kepada masyarakat hipertensi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin kader Posyandu Banjar