Ratusan Anak TK Idaman Belajar Menjaga Kesehatan Gigi

Nurhidayat • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:08 WIB
ANTUSIAS: Dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin mendampingi 175 anak TK Negeri Idaman Banjarbaru mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar.
ANTUSIAS: Dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin mendampingi 175 anak TK Negeri Idaman Banjarbaru mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru — Kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut terus ditanamkan sejak usia dini. Dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Senyum Sehat Sejak Dini” di TK Negeri Idaman Kota Banjarbaru.

Kegiatan tersebut melibatkan 175 peserta didik dan seluruh guru kelas sebagai pendamping. Edukasi dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, demonstrasi, hingga praktik menyikat gigi bersama setelah istirahat siang.
Tim pengabdian terdiri dari Rahmaisynta Putri Rindharso, S.ST., M.Tr.TGM, Isnawati, S.ST., M.Kes, dan Rasuna Ulfah, S.ST., M.Kes, serta didukung mahasiswa Agussyarif, Annisa Azizah, dan Chintya Pramudya.
Anak-anak dikenalkan dengan fungsi gigi, makanan yang baik dan kurang baik untuk kesehatan gigi, serta pentingnya menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Tim juga memperagakan teknik menyikat gigi yang benar menggunakan model gigi dan sikat berukuran besar.
Ketua tim, Rahmaisynta Putri Rindharso, mengatakan pembiasaan menyikat gigi setelah makan siang menjadi salah satu cara menanamkan perilaku hidup sehat kepada anak.
“Anak usia dini sangat mudah menerima pembiasaan positif. Karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku kesehatan,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, tim menyerahkan fasilitas menyikat gigi kepada TK Negeri Idaman. Perlengkapan tersebut dapat digunakan dalam kegiatan rutin menyikat gigi di sekolah.
Tim juga memberikan Buku Panduan Menyikat Gigi Setelah Istirahat Siang kepada guru. Panduan tersebut memuat informasi kesehatan gigi dan mulut, langkah menyikat gigi, cara mendampingi anak, jadwal kegiatan, serta strategi pembiasaan.
Pihak sekolah menyambut baik program tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Guru juga memperoleh pengetahuan tambahan mengenai pendampingan menyikat gigi secara tepat.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah, program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan rutin. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dengan kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Editor : Nurhidayat
Pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin banjarbaru kesehatan gigi dan mulut