RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjar - Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Banjarmasin terus mendorong peningkatan kesehatan ibu hamil melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sungai Tuan Ulu, wilayah kerja Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar.
Kegiatan bertema “Edukasi Gizi Sehat pada Kelompok Ibu Hamil dalam Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Solusi Alami Atasi Anemia di Desa Sungai Tuan Ulu Wilayah Kerja Puskesmas Astambul” tersebut diikuti 20 ibu hamil. Kegiatan turut dihadiri kader kesehatan, Kepala Desa Sungai Tuan Ulu, bidan desa, serta bidan koordinator Puskesmas Astambul.
Tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin terdiri dari Zainab, S.SiT, Ners., M.Kes., Dra. Nurlailah, Apt., M.Si., dan Rusmini Yanti, S.KM., MS., bersama sejumlah mahasiswa.
Kegiatan diawali pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi awal ibu hamil sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya pemantauan kesehatan selama kehamilan, khususnya terkait anemia.
Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai kebutuhan gizi selama kehamilan, risiko anemia, serta pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu bahan pangan lokal. Peserta diperkenalkan pada berbagai cara pengolahan daun kelor agar dapat menjadi bagian dari menu keluarga sehari-hari.
Tidak hanya teori, edukasi dilengkapi demonstrasi memasak berbahan dasar daun kelor. Peserta mengikuti langsung proses pengolahan sehingga memiliki gambaran praktis untuk mengolahnya di rumah.
Tim juga membagikan buku saku berisi informasi mengenai gizi sehat dan pemanfaatan daun kelor. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi ibu hamil dan keluarga dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, masyarakat juga menerima bibit tanaman kelor dan cangkul. Bantuan ini diharapkan mendorong masyarakat menanam kelor secara mandiri sehingga ketersediaan bahan pangan lokal dapat terjaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dukungan Puskesmas Astambul dan Pemerintah Desa Sungai Tuan Ulu turut memperkuat pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu ibu hamil dan keluarga menerapkan pengetahuan mengenai pemenuhan gizi yang telah diberikan.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berharap pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan gizi semakin meningkat. Pemanfaatan pangan lokal seperti daun kelor juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pendukung dalam mencegah anemia dan menjaga kesehatan ibu selama kehamilan.
Lebih luas, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif perguruan tinggi bersama tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan keluarga.
Editor : Nurhidayat