RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Keluhan warga terkait distribusi air bersih yang tidak mengalir sesuai jadwal mendapat tanggapan dari PDAM Kotabaru, Kamis (20/8).
PDAM Kotabaru menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena debit air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Relly mengalami penurunan cukup signifikan.
Akibatnya, pelanggan yang berada di bagian ujung jaringan distribusi menjadi yang paling terdampak.
“Yang sudah ada jadwalnya tapi tidak mengalir karena sangat berkurangnya debit air baku yang masuk ke IPA Gunung Relly, sehingga pelanggan yang terujung tidak mengalir,” jelas Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Kotabaru, Suriansyah.
Menurutnya, persoalan saat ini tidak hanya berkaitan dengan jadwal pengaliran. Ketersediaan air baku juga masih menjadi persoalan utama. “Untuk saat ini stok air baku belum aman,” ujarnya.
Ia mengatakan, PDAM terus melakukan penanganan untuk menjaga pasokan air baku. Salah satu langkah yang dilakukan dengan mengoptimalkan Intake Sebelimbingan.
Pasokan dari sumber tersebut diupayakan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah instalasi pengolahan dan waduk yang menjadi bagian dari sistem pelayanan air bersih di Kotabaru.
“PDAM saat ini fokus pada penanggulangan kondisi air baku dan mengoptimalkan Intake Sebelimbingan untuk menyuplai air baku ke IPA Gunung Sari, IPA Gunung Ulin, Waduk Gunung Ulin, Gunung Relly dan IPA Gunung Perak,” terang Suriansyah.
Sebelumnya, warga Gang Hasanah, Gunung Relly, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara, mengeluhkan air PDAM yang tidak mengalir meski sudah masuk dalam jadwal pengaliran.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan Gilang Ramadhan. Ia menyebut kondisi itu membuat warga harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan air bersih.
Dengan adanya penurunan debit air baku, PDAM memastikan saat ini fokus menjaga ketersediaan sumber air sekaligus mengoptimalkan jaringan dan sumber pasokan yang masih dapat dimanfaatkan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi PDAM untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama wilayah yang berada di ujung jaringan distribusi.
Editor : M Oscar Fraby