Wabup H Juanda: Kesehatan Anak Jadi Investasi Masa Depan Tapin

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:30 WIB
 Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 berjalan optimal.

 

RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 berjalan optimal.

Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri Wakil Bupati Tapin H Juanda, perwakilan TP PKK Kabupaten Tapin, jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, camat, kepala puskesmas, pengelola program imunisasi, pengawas sekolah hingga kepala sekolah dan madrasah.

H Juanda mengatakan, kesehatan anak usia sekolah tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, kondisi kesehatan anak akan turut menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa dan aset penting pembangunan Kabupaten Tapin. Karena itu, menjaga kesehatan sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, BIAS menjadi salah satu upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Program tersebut juga sejalan dengan penguatan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di lingkungan pendidikan.

Namun, H Juanda menekankan keberhasilan BIAS bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Dukungan sekolah, guru, orang tua, pemerintah daerah hingga masyarakat sangat menentukan.

Terutama dalam memberikan pemahaman kepada orang tua dan wali murid mengenai pentingnya imunisasi.
Informasi, kata dia, harus disampaikan secara benar, terbuka dan mudah dipahami. Dengan begitu, kepercayaan orang tua dapat dibangun dan dukungan terhadap program imunisasi semakin kuat.

“Melalui rapat koordinasi ini kita dapat menyatukan persepsi, memperjelas tugas dan tanggung jawab, serta menyusun langkah konkret dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan,” katanya.

Dia meminta sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, kecamatan, puskesmas, sekolah dan madrasah terus diperkuat.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan BIAS di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri. Termasuk dalam memastikan sasaran imunisasi mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, tenaga pendidik, pengawas sekolah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan BIAS.

“Mari kita bersama-sama menyukseskan BIAS Tahun 2026 sebagai wujud nyata kepedulian kita terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak Kabupaten Tapin,” ucapnya.

Pemkab Tapin berharap pelaksanaan BIAS 2026 mampu memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah.

Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, anak-anak diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal dan tumbuh menjadi generasi Tapin yang sehat, cerdas, unggul serta memiliki daya saing.

Editor : Muhammad Rizky
Pemkab Tapin