RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Setelah melalui proses panjang, Pemerintah Kabupaten Tapin akhirnya mulai merekonstruksi Jalan Datu Aling. Ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat tersebut masuk dalam penanganan tahun 2026.
Tahap awal rekonstruksi mencakup ruas sepanjang 1,2 kilometer dengan pagu anggaran Rp8 miliar.
Jalan Datu Aling bukan sekadar akses penghubung biasa. Ruas ini menjadi jalur alternatif yang cukup vital untuk mendukung pergerakan orang maupun barang di wilayah Kabupaten Tapin.
Akses tersebut menghubungkan Kelurahan Kupang dengan Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara.
Kondisinya sudah lama menjadi sorotan. Bahkan, jalan ini disebut telah lebih dari satu dekade belum mendapatkan penanganan secara tuntas. Persoalan tersebut kemudian kembali menjadi perhatian pemerintah daerah sejak kepemimpinan Bupati Tapin H Yamani pada 2025.
Sebelum proyek rekonstruksi dimulai, PUPR Tapin lebih dulu melakukan penanganan sementara. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap bisa melintas, menyusul banyaknya keluhan terkait kondisi jalan.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Tapin, Akhmad Rahimansyah, mengatakan pekerjaan yang kini berjalan merupakan tahap pertama rekonstruksi Jalan Datu Aling.
“Sekarang sudah mulai pengerjaan. Pagunya Rp8 miliar. Tahap pertama ini kita targetkan selesai pada 2 Desember 2026,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Untuk tahap awal, badan jalan yang akan diaspal memiliki lebar sekitar empat meter.
Rahimansyah mengungkapkan, pekerjaan sebenarnya ditargetkan dapat dimulai sejak awal tahun. Namun, pelaksanaannya sempat mengalami kendala, terutama terkait melonjaknya harga bahan bakar solar.
“Harga solar sempat melambung tinggi, mencapai sekitar Rp30 ribu per liter. Itu menjadi salah satu kendala sehingga pelaksanaan proyek harus diundur,” jelasnya.
Meski kini sudah masuk tahap pengerjaan, PUPR mengingatkan bahwa konstruksi pada tahap awal belum diperuntukkan bagi kendaraan dengan tonase berat.
Karena itu, pembatasan kendaraan akan dilakukan agar konstruksi yang baru dibangun tidak cepat mengalami kerusakan.
“Nanti kami sosialisasikan untuk membatasi kendaraan yang melintas. Untuk pengamanan maupun penertiban, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan,” katanya.
Rahimansyah menegaskan, pembangunan Jalan Datu Aling tidak berhenti pada tahap pertama ini. Peningkatan kualitas jalan akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Dengan dimulainya rekonstruksi tersebut, harapan masyarakat terhadap akses yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Terlebih, Jalan Datu Aling memiliki posisi strategis sebagai jalur alternatif yang menunjang mobilitas warga sekaligus aktivitas perekonomian di kawasan tersebut.
Editor : M Oscar Fraby