Warga Kotabaru Keluhkan Jadwal Air PDAM Tak Sesuai

Jumain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:07 WIB
Salah satu kran air masyarakat di Desa Dirgahayu yang alirnya lima hari sudah tidak mengalir.  (Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin)
Salah satu kran air masyarakat di Desa Dirgahayu yang alirnya lima hari sudah tidak mengalir.  (Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru  – Kesulitan mendapatkan air bersih mulai dirasakan warga di kawasan pusat kota Kabupaten Kotabaru. Jadwal pengaliran yang telah dikeluarkan PDAM dinilai tak sepenuhnya berjalan sesuai waktu yang ditentukan, Rabu (19/8).

Kondisi tersebut membuat warga harus menunggu lebih lama tanpa kepastian kapan air kembali mengalir. Keluhan terutama datang dari masyarakat yang mengandalkan distribusi PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya Gilang Ramadhan, warga Gang Hasanah, Gunung Relly, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara. 

Ia mengaku jadwal pengaliran yang dikeluarkan PDAM kini tidak lagi menjadi jaminan air akan mengalir sesuai waktu yang ditetapkan.

“Jadwal yang ada sudah tidak bisa menjamin air akan mengalir sesuai jadwal yang dikeluarkan PDAM,” keluh Gilang.

Menurutnya, persoalan sulitnya air bersih bukan baru terjadi tahun ini. Kondisi serupa sudah beberapa kali dirasakan warga Kotabaru ketika musim kemarau melanda.

“Ini sudah menjadi penyakit Kotabaru. Ketika kemarau, air sudah susah. Saya berharap pemerintah juga mencarikan solusinya jauh-jauh hari,” ujarnya.

Gilang juga mempertanyakan distribusi air di sejumlah kawasan. Ia mengaku heran karena saluran air di dekat sekretariatnya, yang berada tak jauh dari Kantor PUPR Kotabaru, disebutnya tetap mengalir setiap hari.

Ia menduga perbedaan aliran tersebut berkaitan dengan jalur distribusi menuju perkantoran pemerintah maupun rumah pejabat.

“Kalau dugaan saya, itu masuk jalur kantor-kantor dinas sehingga tetap menyala. Termasuk jalur ke rumah bupati dan wakil bupati,” katanya.

Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan pengamatan dan keluhan warga. Kepastian mengenai jalur distribusi serta alasan perbedaan pengaliran perlu dikonfirmasi kepada PDAM dan pemerintah daerah.

Bagi Gilang dan masyarakat lainnya persoalan air bersih tidak cukup diselesaikan dengan pembagian jadwal. Mereka berharap pemerintah menyiapkan langkah jangka panjang agar krisis air tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Sebab, bagi masyarakat, air bukan sekadar soal jadwal pengaliran. Air menjadi kebutuhan dasar yang menentukan aktivitas rumah tangga setiap hari.

Editor : M Oscar Fraby
Kotabaru kemarau PDAM