RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Kemarau mulai memberi tekanan terhadap ketersediaan air di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Polres HSU, Rabu (19/8/2026).
Bupati HSU, Sahrujani bersama Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, jajaran pejabat Pemkab HSU, serta para kepala SKPD turut mengikuti salat berjamaah tersebut.
Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar sekaligus doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan. Terlebih, kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air, terutama untuk kebutuhan sektor pertanian.
Salat dipimpin KH. M. Said Masrawan. dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan, Allah SWT menjanjikan kebaikan dan keberkahan bagi umat yang senantiasa istiqamah dan memohon ampun kepada-Nya. Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Jinn ayat 16.
“Wa allaw istaqāmū ‘alaṭ-ṭarīqati la-asqaynāhum mā’an ghadaqā.”
Artinya, “Dan sekiranya mereka tetap istiqamah di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan memberi mereka air yang berlimpah.”
Menurutnya, salat istisqa bukan sekadar sarana memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ajang introspeksi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Sementara itu, Bupati HSU, Sahrujani mengapresiasi inisiatif Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto yang menggelar Shalat Istisqa bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
“Terima kasih kepada Pak Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto yang telah melaksanakan Shalat Istisqa pada hari ini. Mudah-mudahan doa dan ikhtiar kita bersama ini diijabah Allah SWT,” ujar Sahrujani.
Menurut Sahrujani, perubahan kondisi tanah yang berlangsung cepat menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Apalagi, sebagian petani telah melakukan penanaman, tetapi kini kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk merawat tanaman.
“Saat ini siklus tanah kita cepat sekali berubah. Kondisi petani kita sudah menanam sesuai dengan target, tetapi untuk merawatnya begitu susah dengan keadaan seperti sekarang,” ungkapnya.
Pemkab HSU, lanjut dia, terus menyiapkan langkah konkret untuk membantu petani menghadapi kondisi kekeringan. Salah satunya dengan menyiapkan pompa portabel untuk mengambil sumber air dan menyalurkannya ke kawasan persawahan.
“Jadi saat ini kita membutuhkan pompa-pompa portabel untuk mengambil air, sehingga bisa disalurkan ke persawahan. Ini yang akan kita upayakan untuk membantu para petani,” katanya.
Sahrujani berharap upaya teknis yang dilakukan pemerintah dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual melalui Shalat Istisqa. Ia juga berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air masyarakat, khususnya petani, kembali terpenuhi.
“Mudah-mudahan Allah SWT segera menurunkan hujan, memberikan keberkahan, dan kondisi pertanian kita tetap terjaga,” pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby