RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Ancaman kekeringan dan krisis air bersih mulai membayangi wilayah Kabupaten Balangan pada musim kemarau tahun ini.
Fenomena kemarau panjang memicu penurunan debit air di sejumlah wilayah hulu sungai.
Menyusutnya pasokan air baku tersebut mendapat perhatian serius. Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, membenarkan bahwa beberapa aliran sungai kini mulai mendangkal.
"Saat ini memang di beberapa titik debit air sudah mulai menipis dan sungai-sungai kita mulai dangkal. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah," ujarnya, Rabu (19/8).
Baca Juga: Cegah Karhutla, PUPR Kalsel Perkuat Pembasahan Hutan Lindung
Rahmi menyebut pihaknya bergerak cepat memperkuat koordinasi bersama jajaran PDAM Kabupaten Balangan guna menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, pihak pengelola air minum telah menyiapkan langkah teknis darurat di lapangan, salah satunya dengan membendung aliran sungai demi menjaga ketersediaan air baku.
"Dari pihak PDAM juga telah melakukan upaya untuk menjaga ketersediaan air bersih kita. Salah satunya melalui pembuatan bendung sungai untuk menjaga pasokan air baku," tambahnya.
Baca Juga: Karhutla di Kalsel Tak bisa Dianggap Remeh, Penanganannya Harus Maksimal
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi seluruh wilayah Kabupaten Balangan telah memasuki musim kemarau. Mereka memprediksi kondisi kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan kering.
Durasi musim kemarau di Kabupaten Balangan diprediksi berlangsung selama 16 hingga 18 dasarian dan baru berakhir pada Oktober mendatang. Selain itu, fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dipastikan turut menekan curah hujan.
Menghadapi potensi ancaman tersebut, Pemkab Balangan resmi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan sejak Rabu (12/8/2026). Status siaga darurat ini diproyeksikan berlaku hingga akhir Oktober mendatang.
Editor : Sutrisno