RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalsel mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Dari data ?BPBD luasan lahan yang terbakar sudah tembus di angka lebih dari 3.000 hektare.
Terbaru, kejadian karhutla terjadi di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (18/8) siang. Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq bahkan turun langsung meninjau sekaligus membantu penanganan titik api.
Melihat kondisi vegetasi lahan gambut serta serakan galaman dan alang-alang kering yang sangat memicu kobaran api, Hanif menegaskan bahwa mitigasi tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral.
Menurutnya, potensi titik api diprediksi terus berlangsung hingga puncak musim kemarau pada November mendatang. Sesuai dengan data akademis BMKG. ?Melihat langsung, mantan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel itu menegaskan, karhutla di Kalsel tidak bisa dianggap remeh.
“Penanganannya tidak bisa parsial. Harus semua elemen bergerak membagi titik dengan strategi pagar betis. Pemprov Kalsel perlu mengkombinasikan seluruh potensi, mulai dari BPK swasta, unit-unit relawan, hingga ASN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," tegas Hanif di lokasi kebakaran.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra melalui jajarannya, menyambut baik langkah koordinasi tersebut. Ia memastikan, pemerintah daerah siap merangkul sektor dunia usaha untuk memperkuat pemadaman darat yang selama ini terkendala geografis.
Ia menjanjikan, hari ini akan mulai membagikan titik koordinat penugasan bagi unsur swasta yang siap membantu. “Saat ini konsentrasi utama kami berada di area Ring 1 atau sekitar kawasan Bandara Syamsudin Noor," kata Ronny.
Terbatasnya akses darat menuju lokasi api di tengah rawa gambut membuat operasi pemadaman mengandalkan bantuan udara. ?Guna mempercepat pemadaman, bantuan armada helikopter waterbombing dari BNPB dipastikan bertambah.
Satu unit helikopter yang sebelumnya diperbantukan untuk penanganan karhutla di Bromo telah kembali disiagakan di Kalsel, sehingga total tiga unit helikopter pembom air dipastikan beroperasi efektif mulai hari ini. (she/mof)
Editor : Arief