Rayakan Kemerdekaan, Siswa Berkebutuhan Khusus di Balangan Antusias Ikuti Lomba 

M Dirga • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:32 WIB
ANTUSIAS: Peserta didik berkebutuhan khusus saat mengikuti keseruan perlombaan peringatan kemerdekaan di halaman SLB Negeri Balangan yang digelar untuk melatih kemandirian dan interaksi sosial. (Foto: M Dirga/Radar Banjarmasin)
ANTUSIAS: Peserta didik berkebutuhan khusus saat mengikuti keseruan perlombaan peringatan kemerdekaan di halaman SLB Negeri Balangan yang digelar untuk melatih kemandirian dan interaksi sosial. (Foto: M Dirga/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Sorak-sorai dan tawa ceria mewarnai halaman SLB Negeri Balangan, Rabu (19/8).

Puluhan peserta didik berkebutuhan khusus antusias mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari peragaan busana hingga adu ketangkasan menebak gambar pahlawan, dalam rangka merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini memberikan ruang bagi para siswa tersebut membuktikan bahwa keterbatasan fisik maupun mental bukanlah penghalang untuk bersukacita merayakan hari kemerdekaan.

Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan peserta didik menjadi kebanggaan tersendiri bagi para tenaga pendidik. Pemupukan keberanian melalui interaksi ini dinilai penting agar siswa memiliki bekal rasa percaya diri yang kuat saat membaur di lingkungan sosial kelak.

Kepala SLB Negeri Balangan, Norhayati, mengungkapkan bahwa momen kemerdekaan sengaja dikemas untuk menggali potensi terpendam anak didiknya melalui pendekatan yang menyenangkan.

"Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan sarana melatih keberanian, kemandirian, dan cara bersosialisasi anak-anak agar mereka sadar memiliki potensi," ucap Norhayati.

Ia menyadari bahwa pembentukan mental siswa tidak bisa hanya mengandalkan peran sekolah, melainkan membutuhkan dukungan penuh serta penerimaan dari masyarakat luas.

"Pesan yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat adalah anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk diterima, dihargai, dan berpartisipasi tanpa adanya perlakuan berbeda," tegasnya.

Ke depan, pemahaman mengenai kesetaraan diharapkan terus digaungkan di seluruh wilayah Kabupaten Balangan. Lingkungan yang inklusif, bebas dari perbandingan maupun perundungan, menjadi harapan utama agar anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh mandiri dan mendapatkan ruang yang sama layaknya warga negara lain. 

Editor : Sutrisno
lomba Balangan