RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Kualitas udara di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Stasiun Klimatologi Kalsel mencatat lonjakan tajam konsentrasi partikulat PM2.5 hingga menembus kategori berbahaya atau zona hitam pada Rabu (19/8) pagi.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda Stasiun Klimatologi Kalsel, Rizka Novita, mengungkapkan bahwa tren kualitas udara sebenarnya sempat berada di kategori baik pada dini hari.
Baca Juga: Dikepung Kabut Asap, 12 Penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terganggu
Namun, pergerakan grafik pencemaran udara mulai menunjukkan kenaikan drastis sejak subuh.
"Meskipun dini hari dimulai dengan kategori baik, terjadi lonjakan PM2.5 yang sangat tajam mulai pukul 04.00 WITA. Pukul 05.00 WITA menjadi puncak pencemaran, dengan konsentrasi mencapai 412.8 µg/m³," ujar Rizka saat dikonfirmasi, Rabu (19/8).
Udara Buruk Bertahan Cukup Lama
Rizka menambahkan bahwa kondisi buruk tersebut tidak melandai dengan cepat. Paparan polutan udara dalam skala tinggi bertahan dalam durasi yang cukup lama di wilayah Kalsel.
Baca Juga: Ikut Padamkan Karhutla di Banjarbaru, Wamenko Bidang Pangan Minta Penanganan Menyeluruh
"Kondisi sangat tidak sehat dan berbahaya ini terus bertahan hingga pukul 09.00 WITA," jelasnya.
Merespons paparan polusi yang mengancam kesehatan saluran pernapasan masyarakat, BMKG Kalsel mengeluarkan instruksi tegas agar warga meningkatkan kewaspadaan.
Warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker dengan spesifikasi tinggi seperti N95 atau KN95 jika harus bepergian.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Warga Banjarbaru Mulai Kesulitan Air Bersih
Selain itu, masyarakat diminta menjaga ketahanan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.
BMKG Beri Peringatan Keras
BMKG juga memberikan peringatan keras terkait pemicu utama memburuknya kualitas udara tersebut.
Pihaknya melarang keras adanya aktivitas pembakaran hutan dan lahan yang dapat memperparah pekatnya kabut asap dan partikel PM2.5.
"Pastikan selalu waspada dan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kesehatan kita ada di tangan kita sendiri," tegas Rizka.
Editor : Sutrisno