Ikut Padamkan Karhutla di Banjarbaru, Wamenko Bidang Pangan Minta Penanganan Menyeluruh

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:55 WIB
MEMADAMKAN: Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung meninjau sekaligus membantu penanganan titik api di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (18/8).
MEMADAMKAN: Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung meninjau sekaligus membantu penanganan titik api di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (18/8).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat perhatian serius pemerintah pusat. 

‎Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung meninjau sekaligus membantu penanganan titik api di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (18/8). 

‎Melihat kondisi vegetasi lahan gambut serta serakan galaman dan alang-alang kering yang sangat memicu kobaran api, Hanif menegaskan bahwa mitigasi tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral. 

‎Menurutnya, potensi titik api diprediksi terus berlangsung hingga puncak musim kemarau berakhir pada November mendatang, sesuai dengan data akademis BMKG.

‎"Ini tidak bisa dianggap remeh, penanganannya tidak bisa parsial. Harus semua elemen harus bergerak membagi titik dengan strategi pagar betis. Pemerintah Provinsi Kalsel perlu mengkombinasikan seluruh potensi, mulai dari BPK swasta, unit-unit relawan, hingga ASN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," tegas Hanif di lokasi kebakaran.

‎Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra melalui jajarannya, menyambut baik langkah koordinasi tersebut. 

‎Pemerintah daerah siap merangkul sektor dunia usaha untuk memperkuat pemadaman darat yang selama ini terkendala geografis.

‎"Besok kami mulai membagikan titik koordinat penugasan bagi unsur swasta yang siap membantu. Saat ini konsentrasi utama kami berada di area Ring 1 atau sekitar kawasan Bandara Syamsudin Noor," ujar Ronny Eka Saputra.

‎BPBD mencatat luasan lahan yang terbakar di Kalsel telah menembus angka lebih dari 3.000 hektare. Terbatasnya akses darat menuju lokasi api di tengah rawa gambut membuat operasi pemadaman mengandalkan bantuan udara.

‎Guna mempercepat pemadaman, bantuan armada helikopter waterbombing dari BNPB dipastikan bertambah. 

‎Satu unit helikopter yang sebelumnya diperbantukan untuk penanganan karhutla di Bromo telah kembali disiagakan di Kalsel, sehingga total tiga unit helikopter pembom air dipastikan beroperasi efektif mulai besok.

Editor : Sutrisno
karhutla pangan Kalsel