Kopi Rawa Hiyung Dinilai Punya Potensi, Bappelitbang Tapin Siapkan Pengembangan

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:56 WIB
DIKEMBANGKAN: Kepala Bappelitbang Tapin Meidy Harris Prayoga memperlihatkan hasil kopi lahan rawa Desa Hiyung yang sudah di-roasting.
DIKEMBANGKAN: Kepala Bappelitbang Tapin Meidy Harris Prayoga memperlihatkan hasil kopi lahan rawa Desa Hiyung yang sudah di-roasting.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Lahan rawa yang selama ini identik dengan keterbatasan budidaya ternyata menyimpan potensi baru. Di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, tanaman kopi tumbuh dan menghasilkan buah dengan karakter rasa yang mulai menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Tapin.

Setelah melihat langsung hasil roasting dan mencicipi kopi tersebut, Pemkab Tapin menilai komoditas ini layak dikembangkan lebih serius.

Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti potensi kopi rawa tersebut dengan berkoordinasi bersama dinas teknis terkait.

Fokusnya, mencari pola pengembangan kopi yang sesuai dengan karakter lahan rawa di Desa Hiyung.

“Akan kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan dinas teknis, terutama berkaitan dengan potensi perkembangan kopi di wilayah rawa, khususnya di Desa Hiyung,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Bisa Tumpang Sari dengan Cabai Hiyung

Menurut Meidy, peluang pengembangan kopi di Hiyung cukup besar. Budidaya kopi bahkan tidak harus menggeser tanaman yang selama ini menjadi identitas desa tersebut, yakni cabai Hiyung.

Kopi dapat dikembangkan dengan pola tumpang sari bersama cabai. Dengan cara ini, lahan bisa dimanfaatkan lebih optimal, sementara masyarakat tetap mempertahankan komoditas unggulan yang sudah lebih dulu dikenal.

“Peluangnya juga dapat dikombinasikan dengan pola penanaman cabai Hiyung,” katanya.

Perhatian pemerintah daerah juga muncul setelah melihat kualitas kopi yang telah melalui proses roasting. Dari sisi rasa dan aroma, kopi tersebut dinilai cukup baik dan sesuai dengan selera penikmat kopi.

“Untuk rasa dan aroma kopi setelah roasting sangat baik, sesuai dengan cita rasa para penikmat kopi,” ucapnya.

Namun, pengembangan kopi rawa Hiyung tidak berhenti pada kemampuan tanaman untuk tumbuh dan berbuah. Pemerintah daerah ingin memastikan komoditas tersebut bisa berkembang secara berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Salah satunya melalui komunitas kopi yang mulai tumbuh di tengah masyarakat. Komunitas tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu komunitas kopi unggulan di Kabupaten Tapin.

“Harapannya ke depan, komunitas ini akan menjadi salah satu komunitas kopi unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin,” ujarnya.

Berpeluang Jadi Identitas Baru Tapin

Keberhasilan kopi tumbuh di lahan rawa Hiyung memberikan peluang baru bagi pengembangan komoditas perkebunan di Tapin.

Langkah selanjutnya adalah memastikan kesesuaian pola tanam, pendampingan petani, penguatan komunitas hingga membuka akses pasar bagi produk kopi tersebut.

Jika pengembangan berjalan konsisten, Desa Hiyung bukan hanya dikenal karena cabai Hiyung. Dari lahan rawa yang sama, masyarakat berpeluang melahirkan komoditas kopi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas baru Kabupaten Tapin.

Editor : Eddy Hardiyanto
Hiyung Kopi Rawa Bappelitbang Tapin