Edukasi dan Praktik Sikat Gigi Tingkatkan Keterampilan Siswa SDN 1 Sungai Besar

Nurhidayat • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:48 WIB
MOMEN: Tim PkM bersama siswa SDN 1 Sungai Besar Banjarbaru saat kegiatan edukasi dan praktik  teknik menyikat gigi yang benar menggunakan media edukasi.
MOMEN: Tim PkM bersama siswa SDN 1 Sungai Besar Banjarbaru saat kegiatan edukasi dan praktik teknik menyikat gigi yang benar menggunakan media edukasi.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan program penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan menyikat gigi bagi siswa kelas 1 dan 2 SDN 1 Sungai Besar Banjarbaru, beberapa waktu lalu. 

Kegiatan yang mengangkat tema “Program Penyuluhan dengan Demonstrasi dan Pendampingan Sikat Gigi untuk Meningkatkan Keterampilan Sikat Gigi di SDN 1 Sungai Besar Banjarbaru” tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Ketua Tim PkM, Siti Sab'Atul Habibah, S.KM., M.Kes., mengatakan edukasi kesehatan gigi perlu diberikan sejak usia sekolah. Sebab, kebiasaan menyikat gigi yang benar dan rutin menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kebersihan gigi dan mencegah karies.

Kegiatan juga melibatkan Danan, S.Si.T., M.Kes. dan Sri Nuryati, SKM., M.Si. sebagai anggota tim, serta mahasiswa Galih Pasopati, Zakiah Safitri, Rahminanda, dan Syifa Mardhatillah.

“Anak tidak cukup hanya diberikan penjelasan, tetapi perlu melihat contoh dan mempraktikkannya secara langsung. Karena itu, kegiatan kami menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi dengan media phantom, kemudian dilanjutkan praktik dan pendampingan,” ujarnya.

Melalui media phantom gigi, siswa diperkenalkan tahapan menyikat gigi yang benar. Setelah itu, siswa mempraktikkan langsung teknik tersebut dengan pendampingan tim PkM.

Orang tua juga dilibatkan dalam program dengan diberikan leaflet berisi panduan menyikat gigi. Mereka diminta membantu mengingatkan dan mengawasi anak menyikat gigi secara rutin, terutama pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Evaluasi keterampilan dilakukan menggunakan lembar ceklist yang terdiri dari 15 indikator. Hasilnya menunjukkan perubahan cukup signifikan setelah siswa mendapatkan edukasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan.

Sebelum kegiatan, sebanyak 55 persen siswa berada pada kategori tidak terampil, 41,4 persen terampil, dan hanya 3,6 persen yang masuk kategori sangat terampil.

Setelah intervensi, jumlah siswa dalam kategori tidak terampil turun menjadi 4,5 persen. Sementara kategori terampil mencapai 33,3 persen dan kategori sangat terampil meningkat menjadi 60,4 persen.

Hasil tersebut menunjukkan metode edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan teknik menyikat gigi.

Menurut Siti, keberhasilan program juga tidak terlepas dari dukungan sekolah dan keterlibatan orang tua. Pendampingan di rumah diperlukan agar keterampilan yang diperoleh siswa selama kegiatan dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Harapannya, kebiasaan menyikat gigi dengan teknik yang benar tidak hanya dilakukan saat kegiatan, tetapi terus diterapkan di rumah dan sekolah,” pungkasnya.

Editor : Nurhidayat
Pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin banjarbaru