Pangan Lokal Jadi Andalan Jaga Kesehatan Otak Lansia

Nurhidayat • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:46 WIB
ANTUSIAS: Warga mengikuti demonstrasi pengolahan pangan lokal bergizi berbahan ikan haruan dan daun kelor sebagai bagian dari edukasi gizi lansia.
ANTUSIAS: Warga mengikuti demonstrasi pengolahan pangan lokal bergizi berbahan ikan haruan dan daun kelor sebagai bagian dari edukasi gizi lansia.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberdayakan masyarakat di Kecamatan Martapura Barat melalui edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal untuk menjaga kesehatan otak serta menekan risiko gangguan kognitif pada lanjut usia (lansia).

Program yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026 tersebut dilaksanakan di dua wilayah mitra, yakni Desa Sungai Rangas dan Desa Keliling Benteng Tengah.

Sasaran kegiatan meliputi lansia, keluarga pendamping, serta kader kesehatan desa.

Tim Pengmas terdiri dari Dr. H.Mahpolah, M.Kes, Dr. Mahdalena, S.Pd., M.Kes., Laila Sholehah, M.Gz., M. Fadhil Rahman, S.Tr.Gz., dan Herizka Rizty Emelia, S.Tr.Gz. Kegiatan dipimpin oleh Dr. H. Mahpolah, M.Kes.

Ketua Tim Pengmas, Mahpolah, mengatakan kegiatan diawali dengan skrining fungsi kognitif lansia menggunakan instrumen Mini-Mental State Examination (MMSE), sekaligus pemetaan pengetahuan masyarakat mengenai pola konsumsi dan gizi harian.

Berdasarkan survei awal tim, sekitar 68 persen lansia di kedua desa mengalami penurunan fungsi kognitif ringan hingga sedang. Sementara itu, lebih dari 75 persen keluarga lansia belum memahami keterkaitan pola konsumsi gizi dengan risiko gangguan degeneratif saraf.

“Sebagian warga masih menganggap penurunan daya ingat sebagai hal yang biasa terjadi karena usia. Padahal, menjaga pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan otak,” ujar Mahpolah.

Untuk memastikan keberlanjutan program, tim Pengmas melatih 20 kader kesehatan desa. Masing-masing 10 kader berasal dari Desa Sungai Rangas dan 10 kader dari Desa Keliling Benteng Tengah.

MENJELASKAN: Tim Pengmas Poltekkes Kemenkes Banjarmasin saat menjelaskan tentang gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal untuk kesehatan.
MENJELASKAN: Tim Pengmas Poltekkes Kemenkes Banjarmasin saat menjelaskan tentang gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal untuk kesehatan.

Para kader mendapatkan pembekalan mengenai faktor risiko gangguan kognitif, deteksi dini penurunan fungsi memori, serta teknik penyuluhan gizi menggunakan modul visual.

Selain edukasi, warga juga mengikuti demonstrasi pengolahan makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal Kalimantan Selatan, di antaranya ikan haruan dan daun kelor.

Tim mengajak warga mengolah bahan pangan tersebut menjadi menu bergizi, seperti sup ikan haruan dengan daun kelor dan berbagai olahan umbi-umbian lokal. Kegiatan juga menekankan cara pengolahan makanan yang tetap memperhatikan kandungan gizinya.

Pemanfaatan pangan lokal tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi lansia dengan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Upaya peningkatan literasi masyarakat juga dilakukan melalui pembagian 100 eksemplar modul edukasi visual kepada keluarga lansia.

Tim turut memfasilitasi pembentukan 20 plot Kebun Gizi Keluarga di pekarangan rumah warga. Bibit yang dibagikan antara lain tanaman kelor, bayam, dan berbagai sayuran hijau.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Sungai Rangas dan Desa Keliling Benteng Tengah. 

Kehadiran program dinilai membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan lansia.

Pada evaluasi akhir, tim mencatat adanya peningkatan rata-rata pengetahuan lansia dan keluarga sebesar 42 persen setelah mengikuti rangkaian intervensi. Sementara itu, seluruh kader yang telah mendapatkan pelatihan dinilai mampu melakukan pendampingan dasar kepada lansia di Posyandu.

Mahpolah berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan kader kesehatan desa sehingga edukasi mengenai gizi seimbang dan kesehatan otak tidak berhenti setelah kegiatan Pengmas selesai.

“Harapannya, kader dan keluarga dapat melanjutkan pendampingan secara mandiri. Dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik, serta pemantauan kesehatan yang baik, kualitas hidup lansia dapat terus dijaga,” pungkasnya.

Editor : Nurhidayat
Pengabdian kepada masyarakat martapura Poltekkes Kemenkes Banjarmasin lansia