Sambut Maulid, Bupati H Sahrujani Ajak Ulama Bersama-sama Bangun HSU yang Religius dan Maju

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:10 WIB
HADIR: Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani bersilaturahmi bersama alim ulama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten HSU dalam rangka menyambut Bulan Maulid 1448 Hijriah sekaligus tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Agung Amuntai.(Foto: Pemkab HSU)
HADIR: Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani bersilaturahmi bersama alim ulama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten HSU dalam rangka menyambut Bulan Maulid 1448 Hijriah sekaligus tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Agung Amuntai.(Foto: Pemkab HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Menyambut Bulan Maulid 1448 Hijriah sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar silaturahmi bersama alim ulama dan tokoh masyarakat se-HSU.

Kegiatan berlangsung di Gedung Agung Amuntai, Jumat (14/8/2026). Bupati HSU H. Sahrujani hadir bersama para alim ulama, tokoh masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau perwakilan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah HSU, serta sejumlah tamu undangan.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bupati Sahrujani menilai silaturahmi menjadi bagian penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan para ulama sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ulun tentunya merasa bangga dan merasa senang pada hari ini kita dapat melaksanakan silaturahmi. Karena dengan silaturahmi, semua persoalan, semua masalah, insyaallah ada jalan keluar yang pasti bisa memberikan manfaat untuk umat di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujar Sahrujani.

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara ulama dan umara menjadi modal penting dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan daerah. Koordinasi tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga terus dibangun dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Sahrujani mencontohkan sinergi tersebut dalam pelayanan jemaah haji asal HSU. Sejumlah persoalan yang dihadapi jemaah, mulai persyaratan vaksinasi hingga kondisi kesehatan, dapat dicarikan solusi melalui komunikasi dan koordinasi.

“Dengan komunikasi, koordinasi, dan pendekatan yang baik, alhamdulillah berbagai persoalan dapat kita atasi bersama,” katanya.

Di hadapan para ulama, Sahrujani juga meminta dukungan berupa nasihat dan doa dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurut dia, keberadaan ulama memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat HSU.

“Kami bersama Pak Iwan juga membutuhkan bimbingan dari bubuhan pian tiada henti-hentinya. Insyaallah semua nawaitu kita akan dijabah,” tuturnya.

Selain memperkuat silaturahmi, pertemuan tersebut turut membahas sejumlah agenda besar yang akan dihadapi Kabupaten HSU. Sahrujani menyampaikan rencana HSU menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pada 2027 dan Pekan Olahraga Daerah pada 2029.

Dua agenda tersebut dinilai memiliki dampak lebih luas bagi daerah. MTQ diharapkan memperkuat syiar Islam, sedangkan kegiatan olahraga menjadi ruang bagi generasi muda untuk berprestasi.

Di sisi lain, kedatangan peserta dan masyarakat dari berbagai daerah juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian. Pelaku usaha lokal, sektor perdagangan, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan turut merasakan dampaknya.

Silaturahmi bersama alim ulama dan tokoh masyarakat itu pun menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi ulama dan umara. Pemerintah daerah berharap dukungan serta doa para ulama terus mengiringi setiap langkah pembangunan.

Dengan komunikasi yang semakin kuat, Pemkab HSU optimistis pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik. Bukan hanya mengejar kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga mempertahankan karakter HSU sebagai daerah yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Editor : Fauzan Ridhani
Sahrujani Bulan Maulid Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara