RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Belum sampai satu jam, sebanyak 8.100 porsi kue dari 17 macam wadai khas Banjar ludes diserbu masyarakat Kabupaten Tapin.
Ribuan warga memadati kawasan Rantau Baru, Senin (17/8/2026), untuk menikmati kuliner gratis yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Tak sedikit warga yang sengaja membawa kantong kresek untuk mengambil beragam wadai yang telah disiapkan di sejumlah stan yang berjejer di kawasan tersebut.
Dalam waktu singkat, jajanan tradisional khas Banjar yang disediakan langsung habis. Warga tampak berdesakan di depan stan untuk mendapatkan wadai yang diinginkan.
Sebelum kuliner gratis tersebut dibuka, Bupati Tapin, Yamani bersama istri, Faridah, serta jajaran Forkopimda Tapin terlebih dahulu melakukan pemotongan pita.
Pemotongan pita tersebut menjadi tanda dimulainya kegiatan kuliner gratis yang menjadi salah satu rangkaian kemeriahan HUT ke-81 RI di Kabupaten Tapin.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan kembali beragam wadai khas Banjar kepada generasi muda.
Dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, kuliner gratis tersebut sekaligus menunjukkan bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.
Yamani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan dan melestarikan berbagai wadai khas Banjar.
“Ini bagian dari memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Kita ingin masyarakat bersama-sama menikmati suasana kemerdekaan, sekaligus mengenalkan kembali kuliner khas Banjar,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan wadai tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat.
"Tetapi juga ikut mengangkat keberadaan kuliner tradisional dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Tapin," jelasnya.
Tingginya antusiasme warga dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kuliner tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat.
Editor : M Oscar Fraby