RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai – Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Maringgit, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), berlangsung berbeda. Karang Taruna Tunas Muda menggelar pertandingan bola api, Minggu (16/8/2026) malam.
Ratusan warga memadati lokasi pertandingan untuk menyaksikan aksi para pemain yang beradu keterampilan menggunakan bola api.
Sebanyak 16 tim ambil bagian dalam pertandingan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari HST, tetapi juga dari kabupaten tetangga, termasuk Kabupaten Balangan.
Bola yang digunakan terbuat dari kelapa tua. Setiap babak pertandingan berlangsung sekitar enam menit.
Pambakal Desa Maringgit, Muhammad Saidi, mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke-81, sehingga acara malam ini bisa terlaksana,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat dan peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta keamanan selama pertandingan.
“Harapan kami, kita sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan. Mudahan berkat kerja sama kita semua acara ini berjalan sukses dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ketua Karang Taruna Tunas Muda Desa Maringgit, Ferdy, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari keikutsertaan tim dari luar daerah.
“Alhamdulillah, antusiasme pemain cukup tinggi. Peserta bukan hanya dari HST, tetapi ada juga yang datang dari kabupaten tetangga, yaitu Balangan,” katanya.
Menurut dia, pertandingan bola api telah menjadi agenda rutin Karang Taruna setiap momentum peringatan 17 Agustus. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga.
“Bola api ini sudah menjadi agenda rutin kami setiap 17 Agustus. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga,” ujarnya.
Ferdy menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarwilayah dan menumbuhkan sportivitas.
“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar desa sekaligus menjunjung sportivitas. Permainan ini juga menjadi cara kami mengenang sepak bola tradisional yang dulu sering dimainkan,” katanya.
Salah seorang pemain, Nabawi, mengaku pertandingan bola api memberikan pengalaman tersendiri. Menurutnya, permainan tersebut cukup menantang karena menggunakan bola yang menyala.
“Menurut ulun, bermain bola api ini seru dan menantang. Selain bisa bermain bersama kawan-kawan, kegiatan ini juga jadi cara kami ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan,” katanya.
Meski sempat merasa tegang, Nabawi mengatakan pemain tetap harus fokus dan mengikuti aturan permainan.
“Memang ada rasa tegang karena bolanya menggunakan api, tapi selama bermain tetap harus fokus dan mengikuti aturan. Mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun,” pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby