RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Karnaval Kemerdekaan RI ke-81 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berlangsung meriah, Minggu sore (16/8/2026).
Kemeriahan semakin terasa dengan sorak-sorai dan yel-yel semangat dari para peserta yang disampaikan sepanjang rute karnaval. Beragam penampilan dan atribut yang dibawa masing-masing rombongan turut menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan.
Kepala Disdikbud HSS, Ronaldy Prana Putra, mengatakan karnaval tahun ini terbagi dalam tiga kategori, yakni umum, pelajar, dan SKPD. Setiap peserta diwajibkan menampilkan kostum yang dibuat dari bahan bekas atau barang yang dapat didaur ulang.
"Ini sebagai upaya imbauan juga kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan, dengan mendaur ulang sampah menjadi barang berguna dalam keseharian," ujar Ronaldy.
Selain menggunakan bahan daur ulang, para peserta juga menampilkan konsep yang beragam. Mulai dari tokoh pahlawan dan pejuang, tokoh pewayangan, hingga kostum kreatif lainnya yang dilengkapi riasan dan atribut pendukung.
Salah satu peserta kategori pelajar dari Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud Putri, Zaskia Yogi Oktavia, mengaku senang dapat ikut serta dalam karnaval tersebut.
"Alhamdulillah tahun ini bisa mengikuti perayaan 17-an di HSS. Harapannya bisa mendapat keberkahan dan memberikan hasil terbaik untuk Ibnu Mas'ud Putri," ujarnya.
Sementara itu, peserta kategori SKPD, Andre, memilih konsep kostum berbahan barang bekas yang mengangkat gambaran perjuangan rakyat pada masa penjajahan.
"Kostum ini sebagai simbol para rakyat pada saat kerja rodi di zaman penjajahan, adapun atribut para bungkul sebagai simbol keberanian rakyat yang berjuang melawan penjajah," ujarnya.
Melalui karnaval tersebut, semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya ditampilkan lewat kostum dan yel-yel peserta, tetapi juga melalui kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang kreatif dan tetap peduli terhadap lingkungan.
Editor : Arif Subekti