Integrasikan Desa Kecamatan Tangguh, BPBD Balangan Rancang Strategi Penanganan Bencana Berkelanjutan

M Dirga • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:15 WIB
STRATEGI MITIGASI BENCANA: Pemaparan program inovasi integrasi penanganan kebencanaan tingkat desa dan kecamatan oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan di hadapan jajaran. (Elhami untuk Radar Banjarmasin)
STRATEGI MITIGASI BENCANA: Pemaparan program inovasi integrasi penanganan kebencanaan tingkat desa dan kecamatan oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan di hadapan jajaran. (Elhami untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Pola penanganan kebencanaan di wilayah Kabupaten Balangan mulai dibenahi agar lebih terukur dan tidak tumpang tindih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat kini tengah merancang sistem integrasi yang menyatukan peran mitigasi dari tingkat desa hingga kecamatan agar respons terhadap krisis alam bisa berjalan satu pintu.

Selama ini, program penanggulangan bencana di level bawah terpantau masih kerap berjalan sendiri-sendiri. Program Desa Tangguh Bencana yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan program Kecamatan Tangguh Bencana bentukan Kementerian Dalam Negeri belum terhubung secara maksimal di lapangan. Kesenjangan jalur koordinasi inilah yang coba dipangkas melalui sebuah inovasi kebijakan daerah.

Merespons tantangan struktural tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan, H Rahmi, menyebut pihaknya tengah menggagas sebuah terobosan. Melalui Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II, ia memperkenalkan strategi Sigab Kencana Link Destana kepada jajaran internal instansinya pada Minggu (16/8).

Rahmi memaparkan bahwa inovasi ini secara khusus dirancang untuk melebur dua program pusat tersebut ke dalam satu sistem gerakan adaptif yang berkelanjutan, terutama bagi daerah yang rawan dilanda bencana.

"Tujuan utamanya adalah membangun ketangguhan daerah melalui sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Jadi antara kecamatan dan desa yang sudah tangguh bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi terhubung dan saling menguatkan," urainya.

Melalui penyatuan kewenangan dan koordinasi ini, ia meyakini rantai komando penanganan di lapangan akan jauh lebih efisien. Mulai dari fase prabencana, masa tanggap darurat, hingga proses pemulihan pascabencana dapat dieksekusi dengan cepat karena masyarakat terbawah sudah memiliki jejaring dukungan langsung ke jajaran pemerintah kecamatan.

"Kita ingin Balangan siap menghadapi bencana. Bukan hanya BPBD yang bergerak, tapi seluruh elemen dari kecamatan sampai desa sudah memiliki sistem dan kesiapsiagaan yang terintegrasi," tegas Rahmi.

Ke depannya, penerapan kebijakan strategis ini diproyeksikan menjadi model percontohan penguatan ketahanan wilayah secara menyeluruh di Kabupaten Balangan. Terbentuknya kesadaran kolektif yang dikawal oleh sistem terpadu ini diharapkan mampu menekan angka kerugian materiil maupun jatuhnya korban jiwa saat musibah alam kembali melanda Bumi Sanggam.



Editor : Arif Subekti
badan penanggulangan bencana daerah kabupaten strategi baru penanganan krisis tingkat desa dan kecamatan Balangan