RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Antrean panjang masih terjadi di beberapa SPBU di Kalsel. Salah satunya di SPBU Coco, Kota Banjarbaru, Sabtu (15/8/2026).
Kondisi itu jadi perhatian Pemprov Kalsel bersama Tim Satgas Pengawasan BBM. Mereka terus mengawal kelancaran pasokan bahan bakar di Banua.
Hasil koordinasi terbaru dengan PT Pertamina mengonfirmasi bahwa kuota BBM untuk area Kalimantan Selatan dalam kondisi cukup dan aman.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Ahmad Bagiawan, Minggu (16/8).
Ia mengungkapkan bahwa antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU belakangan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan dari Pertamina.
"Tim satgas sudah berkoordinasi langsung dengan Pertamina untuk memastikan kuota BBM Kalsel, dan mereka menyatakan stok sangat cukup. Penyebab utama antrean di lapangan antara lain karena adanya perpindahan konsumsi, masyarakat yang biasanya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite," ujarnya saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp.
Tim Satgas Diketuai Ditreskrimsus Polda Kalsel
Lebih jauh, pria akrab disapa H Gia ini mengatakan, Tim Satgas Penindakan diketuai langsung oleh Ditreskrimsus Polda Kalsel.
"Jika ada indikasi pelangsiran atau penyelewengan BBM bersubsidi, unsur kepolisian yang akan menindak," tegas Bagiawan.
Guna memperkuat tata kelola pengawasan, Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel saat ini juga tengah menginisiasi revisi Surat Keputusan (SK) Gubernur.
"Penyesuaian SK Gubernur tersebut mencakup restrukturisasi Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi dan Satgas Pengawasan Gas LPG Bersubsidi agar koordinasi pemantauan distribusi energi di Kalsel lebih optimal dan tepat sasaran," Imbuhnya.
Isi Pertalite Selalu Antre Panjang
Sementara itu kondisi antrean BBM yang cukup memakan waktu tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.
Zailani (56), salah seorang pengendara roda empat yang mengantre di SPBU Coco Kota Banjarbaru, mengaku harus mengantre cukup lama untuk mengisi BBM modal beraktivitas harian.
"Lumayan lama mengantrenya kalau mau isi Pertalite panjang terus. Mau tidak mau ikut mengantre sebab kalau beli Pertamax harganya makin berat di kantong. Harapannya pengawasan di SPBU diperketat, jangan sampai ada oknum pelangsir yang makin bikin jalur antrean macet," cetusnya.